Berita Terbaru :
Dampak Corona, Orderan Grab Car Sepi
Kampung Siaga Corona, Warga Tanam Tanaman Obat Keluarga
Bumerang Buatan Atlet Lokal Dikenal Mancanegara
Longsor Jalur Pacitan Ponorogo, Material Tutup Seluruh Badan Jalan
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Mulai Dibuka Kembali
Diduga Pasien Posotif Covid-19 Berkeliaran, Pasar Tradisional Lockdown
Jumlah PDP dan ODP Naik dan Positif Tetap 10 Orang
Sidak Diatas Kapal, Polisi Temukan Ratusan Penumpang Tidur Berdekatan
Pemerintah Beri Diskon Listrik 450 VA Dan 900 VA
Pengendara Motor Tercebur Ke Sungai, Evakuasi Sangat Dramatis
Takut Corona Mewabah, Warga Slambur Karantina Wilayah
Jokowi Putuskan Pembatasan Skala Besar dan Darurat Kesehatan
Per Hari Ini Jumlah Pasien Positif Corona 1.528, Tersebar di 32 Provinsi
Alat Rapid Test Baru Didistribusikan di Puskesmas Hari Ini
Wakil Bupati Sidoarjo Datangi Massa Terkait Penolakan Ruang Isolasi
   

Kekeringan 3 Bulan, Warga Lakukan Tradisi Ojung, Tarian Minta Turun Hujan
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 30-08-2016 | 00:22 wib
Reporter : Felli Kosasi
Jember pojokpitu.com, Akibat jarang turun hujan di daerah Jember Selatan, warga di Kecamatan Kencong Jember, menggelar acara tradisi Madura, untuk memohon turun hujan. Ratusan warga ikut serta dalam tradisi yang sudah turun temurun sejak nenek moyang dan warga berharap dengan ojung dapat segera turun hujan sehingga dapat mengaliri sawah mereka yang kering.

Ritual ojung yang dilakukan warga Desa Cakru Kecamatan Kencong Jember. Ritual ojung ini memang cukup ekstrim, lihat saja dua lelaki bertarung menggunakan sebilah rotan sebagai alat pemukul, ketika bertarung dalam sebuah arena di Desa Cakru Kecamatan Kencong Kabupaten Jember. Tradisi mengadu kekebalan tubuh serta kelihaian dalam memukul menggunakan tongkat rotan diyakini warga sebagai warisan budaya turun-temurun. 

Dengan harapan hujan akan segera turun dan kekeringan di musim kemarau segera berakkhir. Menurut Kepala Desa Cakru, Bambang Iswoto, ritual ojung ini tidak hanya ritual untuk meminta hujan semata, namun juga sebagai upaya mempertahankan dan melestarikan budaya asli warisan leluluhur yang kini mulai terkikis budaya modern. 

Dalam tradisi ojung ini, setiap pemain tidak memerlukan teknik tertentu namun dibutuhkan keberanian dan kecepatan dalam memukul lawan. Setiap pemain memiliki jatah memukul dan menangkis masing-masing 3 kali. Pemain yang mendaratkan pukulan lebih banyaknya dari lawannya berhak menjadi pemenang. 

Tradisi ojung ini diminati semua kalangan, baik orang dewasa maupun orang tua, bahkan peserta ojung ini. Tak hanya warga sekitar warga luar kota juga datang, untuk ikut bertanding dalam arena yang digelar sebagai ajang hiburan bagi masyarakat.(end) 

Berita Terkait

Festival Tradisi Ojung, Acara Pamungkas HUT RI ke 74 dan Hari Jadi Situbondo

Selamatan Desa, Warga Bugeman Gelar Tradisi Tarung Ojung

Tradisi Ojung Dipercaya Turunkan Hujan Penyubur Tanaman Padi

Desanya Tak Kunjung Diguyur Hujan, Warga Gelar Tradisi Ojung
Berita Terpopuler
Tidak Punya Ongkos, Satu Keluarga Asal Madura Dari Daerah Endemis Dapat Tiket Gr...selanjutnya
Peristiwa  6 jam

Dalam 2 Hari Sebanyak 125 ODR Dalam 1 Desa
Peristiwa  8 jam

Christina Sembuh Dari Corona, Resepnya Tidak Panik dan Terus Ikut Tahapan Pengo...selanjutnya
Sosok  10 jam

Gelar Tayub dan Reog Hajatan Sunatan Dibubarkan Muspika
Peristiwa  10 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber