Berita Terbaru :
Bawaslu Mengeluarkan Daerah Rawan Selama Pilkada
Empat Bulan Didirikan, RS Lapangan Kogabwilhan II Sembuhkan 2.016 Pasien Covid-19
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun
   

Cukai Rokok Wajar Naik 6 - 10 Persen Saja
Ekonomi Dan Bisnis  Selasa, 23-08-2016 | 06:39 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
Surabaya pojokpitu.com, Beredarnya isu kenaikan rokok hingga mencapai Rp 50 ribu per bungkus dipastikan fiktif oleh Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Indonesia. Kenaikan dinilai wajar ketika cukai rokok di tahun ini mengalami kenaikan 6-10 persen berdasarkan laju inflasi nasional.

Djoko Wahyudi, Ketua Paguyuban Mitra Produksi Sigaret Kretek Tangan Indonesia (MPSI) memastikan, kabar fiktif naiknya harga rokok hingga Rp 50 ribu rupiah per bungkus. Hal tersebut dinilai hanya ingin mematikan industri rokok. Kontribusi pendapatan rokok yang diterima negara cukup besar per tahunnya. 

Dari semula Rp 147 triliyun di tahun lalu, kini ditargetkan mencapai Rp 153 triliyun, atau naik 6-10 persen yang dihitung dari pendapatan cukai rokok yang laju kenaikannya dihitung dari laju inflasi.

Menurutnya, penghitungan harga rokok yang didasarkan pada laju inflasi cukup adil, karena tidak akan memberatkan industri sekaligus pihak yang terkait seperti petani dan konsumen. Kenaikan cukai 6-10 persen pun kemungkinan akan lebih dibebankan pada sigaret kretek mesin (SKM) dibandingkan sigaret kretek tangan (SKT) karena dinilai lebih efisien.

Djoko Wahyudi, Ketua Paguyuban MPSI, menambahkan, bukan tidak mungkin harga rokok akan mencapai angka Rp 50 ribu rupiah per batang. Hal itu baru bisa terjadi puluhan tahun lagi dilihat dari pergerakan inflasi per tahunnya.

Sampai saat ini, industri rokok merupakan industri yang memiliki kontribusi cukup besar, sekitar 70 persen dari total industri rokok yang ada disuplai dari Jatim. Banyaknya kebijakan yang terus menekan industri rokok sampai saat ini sudah menurunkan produksi rokok hingga 32 persen. Dari 2,04 juta batang rokok per hari menjadi 1,7 juta batang rokok per hari.(end)

Berita Terkait

Bea Cukai Sita 2,5 Juta Batang Rokok Tanpa Cukai

Pemerintah Gelar Rembuk Nasional Atasi Kenaikan Cukai Rokok

Petani Mulai Resah Dengan Rencana Naiknya Cukai Rokok 23 Persen

Cukai Rokok Naik, Pengusaha Minta Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal
Berita Terpopuler
Pemkot Surabaya Sulap Lahan 7 Hektar BTKD Jeruk Jadi Agrowisata
Metropolis  2 jam

Kampung Wisata Lingkungan, Manfaatkan Kelor Sebagai Kuliner Pendongkrak Imun ...selanjutnya
Life Style  5 jam

Viral, Bakal Calon Bupati Sidoarjo Berikan Bantuan Rp 1 Milyar ke NU
Pilkada  4 jam

Janji Datangkan Samurai 500 M, Korban Justru Tertipu Rp 18 M
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Diduga Akibat Puntung Rokok Dibuang Sembarangan, Savana Kawah Wurung Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Jaringan Internasional, Polisi Tembak Mati Gembong Narkoba
Pojok Pitu

Jatim Kekurangan Pengawas Sekolah
Jatim Awan

Kekeringan, Warga Andalkan Sumur Tua di Tengah Hutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber