Berita Terbaru :
Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Dalam Keadaan Mabuk, Sekelompok Pemuda Merusak Warung Kopi dan Aniaya Orang
Tiga Tersangka Pengedar Narkoba Diamankan Polisi
Menteri Kelautan Dan Perikanan Cabut Permen Nomer 56 Tentang Ekspor Benih Lobster
31 Kabupaten di Jawa Tmur Berpotensi Terjadi Kekeringan
Karena Diputus Pacar Terjadi Penculikan dan Penganiayaan
Maling Alat Alat Bengkel Dimassa
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
   

Pelemahan Rupiah Tidak Mempengaruhi Harga Kedelai Impor
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 23-03-2015 | 17:24 wib
Reporter : Atiqoh Hasan
pojokpitu.com, Penguatan dollar terhadap seluruh mata uang asing ternyata tidak berdampak pada naiknya harga kedelai. Meski kedelai di Indonesia didominasi impor dari Amerika. Justru harga kedelai mengalami penurunan hingga 15 persen.

Seperti yang tampak di salah satu toko distributor kedelai di Surabaya. Harga kedelai sepanjang tiga bulan terakhir tidak mengalami kenaikan. Bahkan tiga pekan terakhir, harga kedelai impor terus mengalami penurunan.

Tercatat,  sepanjang awal tahun 2015 harga kedelai turun cukup tajam yakni sebesar 15 persen. Dari Rp 8500 perkilogram menjadi Rp 7000  perkilogramnya. Penurunan harga kedelai juga diimbangi dengan ketersediaan stok yang melimpah dan tak terpengaruh dengan pelemahan rupiah. "Kami bisa memasok 8500 kilogram kedelai impor setiap harinya," jelas Sindon, pemilik distributor.

Penurunan harga kedelai juga diimbangi dengan harga tempe yang yang tidak naik, baik dari segi harga maupun ukuran. Harga tempe cenderung tetap. "Ya harga tempe masih stabil diantara harga Rp 1500 hingga Rp 7000, bergantung ukurannya," jelas Juki, pengrajin tempe.

Penurunan harga kedelai meski rupiah tengah mengalami depresiasi terjadi lantaran stok kedelai impor di pasaran cukup melimpah. Dan kebutuhan kedelai tidak bergantung dengan cuaca.(ern)

Berita Terkait

Dampak Harga Anjlok, Petani Kedelai Terancam Rugi

Horee, Hasil Panen Kedelai Lokal Akan Diserap Bulog

Ini Alasan Petani Jatim Enggan Tanam Kedelai

Jawa Timur Masih Membutuhkan 207 ribu Ton Kedelai dan Bawang Putih
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  8 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  9 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  9 jam

Strategi Tabung Haji Dan Umroh Ringankan Beban Jamaah Saat Pandemi COVID-19
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber