Berita Terbaru :
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Pemkab Gratiskan Rapid Test Santri yang Datang ke Ponpes
Pemkab Luncurkan Aplikasi Sibantu Guna Pantau Bantuan Covid-19
Ribuan Ikan Mati Mabuk di Waduk Sier
Enam Warga Korban Prona Lapor Polisi Nganjuk
Jumlah Pasien Covid 19 Yang Sembuh di Jawa Timur Makin Banyak
Tiga Karyawan PDAM Diduga Terpapar Covid 19
Warga Lumajang Masih Antri Pancarian Bantuan
Pengunjung Dibuat Tidak Saling Berpapasan di Dalam Mall
Jawa Timur Terjunkan Tim Covid 19 Hunter ke Sejumlah Daerah
Begini kata Kejaksaan Ponorogo Terkait Dugaan Korupsi PDAM
Lahir di Masa Pandemi Kelahiran Bayi Singa Putih Membawa Warna Tersendiri
Pandemi Covid-19, Penghobi Aquascape Bojonegoro Meningkat
   

Indonesia Siap Ekspor Kereta ke Sri Lanka
Ekonomi Dan Bisnis  Kamis, 04-08-2016 | 11:31 wib
Reporter :
Beberapa komponen kereta yang harus import seperti roda dan beberapa item, untuk proses produksi kereta api penumpang senilai 72 Juta US Dollar . Foto Tova
Surabaya pojokpitu.com, Presiden Joko Widodo menjamu Perdana Menteri Sri Lanka dan Presiden Republik Guinea di Istana Merdeka, Rabu (3/8) kemarin. Pertemuan dengan dua kepala negara tersebut membahas peningkatan perdagangan.

Saat ini Indonesia memang sedang mengincar pasar negara-negara menengah. Jokowi menuturkan, Indonesia sedang menjajaki pasar di sejumlah negara yang sebelumnya tidak tersentuh produk dalam negeri.

"Terutama pada negara-negara yang mempunyai penduduk di tengah-tengah. Sekitar 80 juta, 100 juta, dan 60 juta," ujar Jokowi setelah pertemuan bilateral dengan PM Sri Lanka Ranil Wickramasinghe.

Dengan penjajakan tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi memiliki ketergantungan dengan negara-negara yang secara tradisional menjadi tujuan ekspor.

Jangkauan produk Indonesia pun meluas. Apalagi pertumbuhan ekonomi di negara-negara berpenduduk sedang itu cukup signifikan beberapa tahun terakhir.

Khusus dengan Sri Lanka, Jokowi menyinggung peluang PT INKA untuk mengekspor kereta api ke negara tersebut.

"Kereta api kita, PT INKA ke Bangladesh sudah berjalan. Kini kita ikut lelang lagi di Sri Lanka," lanjut presiden berusia 55 tahun itu. Dia meminta PM Ranil untuk memperhatikan hal tersebut.

Jokowi berharap, PT INKA bisa memenangkan tender tersebut. "Kelihatannya sudah diberi lampu hijau," lanjutnya. Hanya, Jokowi tidak menyebut secara detail berapa nilai kontrak yang ditenderkan pemerintah Sri Lanka.

Sementara itu, saat pertemuan dengan Presiden Guinea Alpha Conde, kedua kepala negara membahas kerja sama dagang dan investasi sekaligus pengembangan sejumlah sektor. Presiden Guinea meminta agar investor Indonesia bisa masuk ke Guinea terutama di sektor pertanian dan pertambangan.

Menlu Retno Marsudi menjelaskan, Guinea kaya akan bahan tambang seperti bauksit dan emas. Selain itu, Guinea juga pernah menjadi lumbung padi di kawasan Afrika Barat.

Presiden setuju untuk membantu Guinea meningkatkan kapasitas teknis di bidang pertanian, energi, dan pertambangan. "Presiden Conde menyatakan, ada sekitar enam juta hektare lahan pertanian yang dapat dikelola," terangnya. (byu/jos/jpnn/pul)

Berita Terkait

Indonesia Siap Ekspor Kereta ke Sri Lanka
Berita Terpopuler
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  13 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  15 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  14 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  13 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber