Berita Terbaru :
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Khawatir Ricuh, Rekonstruksi Pembunuhan dan Pemerkosaan Dipindah
Pantura  Selasa, 02-08-2016 | 00:21 wib
Reporter : Shohibul Umam
Bojonegoro pojokpitu.com, Untuk mengantisipasi kericuhan saat rekonstruksi kasus pembunuhan anak di bawah umur, Polres Bojonegoro memindahkan rekontruksi di tempat yang berbeda, dengan pengawalan petugas kepolisian bersenjata lengkap.

Polres Bojonegoro merekontruksi kasus pembunuhan dan pemerkosaan, yang dilakukan oleh AR terhadap CA (10), di Desa Pengkol, Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro. Dalam rekontruksi, pelaku memeragakan 47 adegan, yang diawali saat menjemput korban di rumahnya dan mengajak mandi bersama di sungai.  

Dalam rekontruksi, tersangka dan korban sempat beberapa kali berpapasan dengan warga. Melihat kondisi sungai yang jauh dari pemukiman, tersangkapun akhirnya mengajak korban untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Namun korbanpun menolak dan tersangka mengancam akan membunuh, jika tidak menuruti nafsu bejatnya.  
Tersangkapun sempat memaksa korban naik ke atas tebing sungai dan melampiaskan nafsu bejatnya sebanyak dua kali. Tersangka yang takut korban akan mengadu ke orang tuanya, akhirnya mencekik dan menenggelamkan ke dalam sungai.  

Mengetahui korban belum juga meninggal, tersangkapun akhirnya memukulkan batu yang berada di pinggir sungai ke wajah korban, hingga meregang nyawa.  

Guna menghilangkan jejak, tersangka sempat mengubur jasad korban dengan menggunakan daun bambu yang terdapat di sekitar sungai.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, rekontruksi tersebut sengaja dilaksanakan di Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, guna mengantisipasi kericuhan dan keselamatan tersangka. Pasalnya, keluarga korban tindak terima perlakuan tersangka.  

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat undang-undang nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (mud) 

Berita Terkait

Khawatir Ricuh, Rekonstruksi Pembunuhan dan Pemerkosaan Dipindah
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  57 menit

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  11 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  10 jam

Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Pilkada  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber