Berita Terbaru :
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19
   

Candi Deres Peninggalan Majapahit Nyaris Terlupakan
Mlaku - Mlaku  Sabtu, 21-03-2015 | 16:31 wib
Reporter : Hernawan Mustika
Candi Deres, kurang perawatan dari Pemkab Jember. Sabtu (21/03). foto : Hernawan Mustika.
Jember pojokpitu.com, Indonesia kaya akan peninggalan situs dan candi dari kerajaan jaman dulu. Namun tak sedikit peninggalan bersejarah yang nyaris terlupakan oleh pemerintah maupun dinas terkait yang berwenang. Seperti halnya di Jember, yakni candi Reco atau yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan candi Deres. Aset berharga yang dapat dijadikan sebagai wisata edukasi budaya dan sejarah ini, terawat oleh para masyarakat yang peduli sejarah, namun pemerintah terkait jarang sekali melakukannya meski sudah terpasang sebuah papan nama berlogo pemerintah Jember.

Sebuah peninggalan situs atau candi yang diperkirakan dari jaman neolitikum, yang terletak di dusun Deres, desa Wonoasri, kecamatan Gumukmas, Jember nampak hanya seperti onggokan batu dan bukit yang tak terawat.

Padahal bangunan yang terdiri dari tumpukan batu kuno dan sebuah makam itu dapat di jadikan wisata edukasi dan budaya yang sangatlah penting untuk pendidikan dan pengetahuan masa lalu.

Candi Reco atau candi Deres yang oleh masyarakat setempat dikenal awal mulanya terpendam tanah hingga nyaris seprti bukit, ditemukan oleh para petani yang hendak bercocok tanam.

Bila dilihat dari struktur bangunan yang terbuat dari batu bata, diperkirakan candi Deres di bangunan pada jaman neolitikum tepatnya pada masa awal kerajaan Majapahit.

Terdapat bangunan seperti candi pemujaan dan sebuah tumpukan batu bata yang mirip dengan makam, dan juga sebuah arca lembu nandi yang telah hilang kepalanya.

Beberapa masyarakat setempat yang peduli dengan peninggalan bersejarah ini, menurut Zainulloh pecinta komunitas cagar budaya mulai membersihkan dan merawat dengan biaya mandiri yang dibantu oleh para komunitas peduli cagar budaya.

Sedangkan pemerintah menurut pengakuan beberapa warga, pernah melakukan kunjungan dan membangun papan nama. Namun pembangunan dan pelestarian hanya tinggal janji, karena hingga sekarang, tak satu pun pihak pemerintah mendatangi.    

Dari cerita turun temurun, candi Deres ini merupakan tempat persinggahan raja Majapahit pada abad ke-14 yang saat itu sedang melakukan perjalanan dan perluasan wilayah ke arah timur melalui jalur selatan menuju pulau Bali.

Meski secara sepintas hanya sebuah bangunan sederhana, namun setiap harinya terlebih di hari libur. Beberapa mahasiswa dari salah satu universitas negeri di Jember, mengadakan diskusi dan melakukan penelitian tentang candi Deres.

Para mahasiswa dan para pecinta budaya berharap, agar pemerintah yang berwenang sesegeramungkin melakukan penanganan dan perawatan agar situs tidak menjadi rusak.(fer)  




Berita Terkait

Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue

Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya

Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19

Pemuda Ponorogo Ubah Limbah Bambu Menjadi Cangkir dan Teko Cantik
Berita Terpopuler
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Ekonomi Dan Bisnis  2 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber