Berita Terbaru :
Penerimaan Siswa Baru, SMP Negeri 2 Rejotangan Hanya Mendapatkan 3 Calon Siswa
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RSUD
Kampung Tangguh Covid 19 Binaa Kejari Sidoarjo Dengan Slogan Transparansi Penggunaan Anggaran
Terkilir, 3 Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Petugas
Warga Dua Desa Demo Kandang Ayam di Jember
Siswa Asal Kediri Ciptakan Drone Dari Bahan Bekas
Tetap Berlanjut, Nominal yang Diterimakan Semakin Berkurang
Kereta Api Tabrak Ertiga, Seorang Bocah Tewas
Akibat Covid-19, Pembangunan Terapi Nuklir di RS BDH Tertunda
Calon Mahasiswa Wajib Rapid Test Sebelum Ujian SBMPTN
Jumlah Pasien Covid Meningkat, Warga Ini Pilih Demo Bergerombol
Nasib Pasutri Ini Mengenaskan, Tewas Tertabrak Kereta Api
Pemkab Bojonegoro Bangun Jembatan Penghubung Jawa Timur - Jawa Tengah
Resmi, Gelora GBT Surabaya Jadi Veneu Piala Dunia U 20
Tebuireng Berduka, Cucu Pendiri NU Meningal Dunia
   

Derita Hidrosefalus, 2 Balita Malang Ini Tunggu Bantuan Pemerintah
Kesehatan  Senin, 25-07-2016 | 16:21 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Kisah hidup yang memilukan menimpa dua balita di Kota Nganjuk. Keduanya mengidap kelainan hydrosipalus, bibir sumbing dan kedua mata buta. Sayangnya, meski sudah mendapatkan penanganan dan bantuan dari pemerintah setempat, namun keinginan untuk sembuh total belum terwujud.

Nasib memprihatinkan dialami oleh Muhamd Fauzan, balita berusia 2 tahun, warga Desa Patran Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk, anak pasangan dari Sumarsih dan Saluto ini mengidap hydrosipalus dengan ukuran yang sangat besar.

Di samping itu, ia juga kekurangan gizi dengan ukuran tubuh yang sangat kecil dan kurus. Maklum kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, tak mampu memberikan asupan susu dan gizi yang baik untuk Fauzan.
Apalagi Saluto bekerja sebagai penjual bakso keliling.

Menurut Sumarsih, ibu Fauzan, anaknya sempat mendapatkan bantuan dari Dinas Kesehatan setempat dan sempat dibawa ke RSU Dr Sutomo Surabaya. Namun kembali pulang, dengan alasan akan ada kontrol kedua.

Hingga kini ia belum juga dibawa ke Surabaya. Kedua orangtua Fauzan berharap, pemerintah bisa membantu secara total untuk kesembuhan anak pertamanya tersebut.

Hal yang lebih memprihatinkan terjadi pada Muhamad Rizki, anak laki laki berusia 19 bulan. Di samping memiliki sakit hydrosipalus, ia juga cacat tubuh, bibir sumbing dan kedua mata buta. Rizki sedikit beruntung, dengan penanganan yang cepat, sehingga kepalanya berangsur mengecil.

Menurut Ridwan Sukijo, Kepala Desa setempat, pihak Kesehatan Desa hingga Dinas Kesehatan sudah memberikan bantuan berupa obat dan susu kepada kedua balita malang tersebut. Pihak desa akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk proses pengobatan ulang di Surabaya.

"Kini kedua balita bernasib kurang berutung itu, hanya bisa menunggu bantuan dari pemerintah dan para donatur, agar bisa terobati hingga sembuh total," ujar Ridwan Sukijo, Kepala Desa Patran.(end)




Berita Terkait

Balita Hidrosefalus Dievakuasi Ke RSUD Nganjuk

Balita Hidrosefalus Dapat Bantuan Kesehatan

Balita Miskin Hydrosifalus Butuh Bantuan

Menjaga Kebersihan Bisa Cegah Bayi Lahir Hidrosefalus
Berita Terpopuler
Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  14 jam

Sahabat Anak, Bhabinkamtibmas Polres Situbondo Bagikan Alquran dan Alat Kesehata...selanjutnya
Peristiwa  9 jam

Tebuireng Berduka, Cucu Pendiri NU Meningal Dunia
Peristiwa  4 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber