Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Opini 

PENULIS: NANANG PURWONO Wakil Pimpinan Redaksi JTV / Penulis buku
"Bola" Itu Ada di Disbudpar Kota Surabaya
Selasa, 21-06-2016 | 22:15
Oleh : Nanang Poerwono
pojokpitu.com, Pertemuan antara DPRD Kota Surabaya dengan Bos Jayanata, Kepala Disbudparta Surabaya, kepala DCKTR Surabaya dan Satpol PP Surabaya sudah terwujud dalam hearing Dewan pada 20 Juni 2016 lalu. Seusai pertemuan itu, ada dua hal yang perlu dicermati mengenai kasus pelenyapan BCB di Mawar 10-12 Surabaya.

Satu, perihal konsekuensi hukum atas perusakan, perobohan dan pelenyapan BCB, yang konon hingga saat ini belum begitu jelas progresnya. Apalagi penyidikan atas kasus itu dilimpahkan kepada PPNS, yang konon masih belum berpengalaman. Bahkan kita pun belum tau siapa petugas PPNS, yang akan melakukan penyidikan itu. Kabarnya, setelah gelar perkara oleh Polrestabes minggu lalu, pihak Polrestabes Surabaya, yang menampatkan diri sebagai koordinator, masih akan melatih tim/petugas PPNS yang akan melakukan tugas penyidikan terhadap pejabat pemkot pada instansi terkait atas hilangnya BCB di jalan Mawar 10-12. Bagaimana pun perihal yang satu ini, hukum, sudah berjalan meski progresnya perlu dipertanyakan.

Kedua, perihal upaya replikasi atau istilah yang muncul dari hearing pada 20 Juni 2016 lalu disebut pemulihan MASIH sebatas WACANA yang masih belum kongkrit. Salah satu hasil Notulen Rapat Komisi C (HEARING) lalu memang menyatakan bahwa pihak Jayanata sanggup melakukan pemulihan dan untuk itu Pemerintah Kota Surabaya melalui Disbudparta Surabaya agar melakukan koordinasi dengan Jayanata, yang selanjutnya akan dibentuk Tim Pengawas Pemulihan untuk memantau, mengawasi, mengkontrol jalannya pemulihan.

Namun itu semua masih sebatas angan-angan yang kita tentu bisa menunggu dan patut pula menanyakan realisasi dari upaya pemulihan itu. Bukan DPRD yang harus bertindak untuk mengawali upaya itu. Bukan pula Jayanata yang melakukan bagaimana replikasi/pemulihan itu. Adalah Disbudparta Surabaya lah yang harus aktif ambil inisiasi menjalankan notulen Dewan.

Replikasi/Pemulihan tentu tidak serta merta muncul sebuah bangunan baru di atas lahan yang kini telah dimiliki oleh dua pihak yang berbeda. Lahan Mawar 10 dimiliki Jayanata. Lahan Mawar 12 dimiliki pihak lain, yang kabarnya adalah warga yang tinggal di jalan Mawar Surabaya juga.

Karenanya status lahan harus jelas dulu sebelum dimanfaatkan untuk replikasi bangunan yang dulu pernah dipakai sebagai tempat bersiaran radio pemberontakan rakyat Bung Tomo di tahun 1945. Replikasi tentu harus semirip miripnya. Bila perlu mirip dengan kondisi rumah ketika dipakai bersiaran oleh Bung Tomo di tahun 1945. Jadi tidak sekedar mereplikasi bangunan HASIL RENOVASI tahun 1975 atau mereplikasi kondisi terakhir sebelum dibongkar.

Bahwa ketika Bung Tomo bersiaran di rumah di jalan Mawar 10-12 Surabaya tahun 1945 kondisinya tidak (belum) seperti pada tahun 1975 atau tahun 2016. Karenanya akan sangat ideal jika replikasi menyerupai bangunan asli di tahun 1945. Gambaran rumah itu sebetulnya bisa ditelusuri berdasarkan denah rumah yang dimiliki oleh DCKTR dan dengan membandingkan rumah rumah dari era 30-an yang tersebar di Surabaya.

Jelas rumah itu, secara administratif, berada di jalan Mawar 10-12 Surabaya. Maka pertanyaannya sekarang adalah bagaimana pemerintah kota bisa melakukan pendekatan kepada pemilik lahan di jalan Mawar 12 Surabaya.

Kita perlu ketahui bersama bahwa selama ini lahan di jalan Mawar 12 itu jarang tersentuh dalam berbagai diskusi tentang replikasi rumah yang pernah memiliki nilai sejarah bagi kota Surabaya dan bangsa Indonesia. Untuk lahan di jalan Mawar 10 sudah sangat jelas dan bahkan Beng Jayanata, dalam hearing lalu, mengatakan siap dan sanggup memulihkan rumah yang sudah lenyap tersebut.

Tentu pemulihan atau replikasi masih sebatas angan angan belaka jika lahan tempat berdirinya replikasi itu masih terpisah. Kita menunggu upaya kongkrit Pemkot Surabaya dalam hal upaya replikasi itu.(end)  

Berita Terkait


"Bola" Itu Ada di Disbudpar Kota Surabaya

Ini Titik Terang Atas Perobohan BCB di Jalan Mawar 10 Surabaya

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('1075369','2017-11-19','08:13:04','29324','"Bola" Itu Ada di Disbudpar Kota Surabaya','54.196.2.131','1','desktop')