Berita Terbaru :
Jumlah Kasus Corona di Jatim Bertambah 265
Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
PSSI Pastikan Persiapan Timnas U-16 dan U-19 Jalan Terus
Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Keliling Dengan Sepeda Angin
Jatim Beri Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19 Masuk SMA/SMK Negeri
Ford Sematkan Fitur Ini di Mobil Polisi untuk Membunuh Virus Corona
Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
   

Ragam Budaya Festival di India
Life Style  Rabu, 18-03-2015 | 09:35 wib
Reporter : Pulung Aji
pojokpitu.com, India memang negeri yang di kenal memiliki ragam budaya. Mulai dari tarian sampai nyanyian ,di sana mampu di angkat ke layar televisi maupun layar lebar. Hampir setiap tahunnya berbagai festival di gelar, baik itu festival agama, festival budaya, maupun festival-festival lainnya. berikut berbagai informasi tentang ragam budaya yang ada di India.

Pertama ada Holi atau festival warna adalah festival awal musim semi yang dirayakan di India. Festival ini disebut Dolyatra atau Basanta Utsab atau festival musim semi. Holi dirayakan secara besar-besaran di kawasan Braj di tempat-tempat yang berkaitan dengan Dewa Kresna seperti Mathura, Vrindavan, Nandagaon, Dan Barsana. Kota-kota tersebut ramai didatangi wisatawan selama musim festival Holi yang berlangsung hingga 16 hari. 

Puncak perayaan Holi disebut dhulheti, dhulandi, atau dhulendi. Pada hari itu, orang merayakan Holi dengan saling melemparkan bubuk berwarna-warni atau saling menyiramkan air berwarna-warni. Api unggun yang dinyalakan pada malam sebelum Holi disebut Holika Dahan. Api dinyalakan untuk mengenang peristiwa lolosnya Prahlada ketika ingin dibakar oleh Holika.

Holi dirayakan pada akhir musim dingin ketika phalgun purnima, bulan purnama terakhir bulan pada bulan Phalguna menurut kalender lunar, dan biasanya bertepatan dengan akhir Pebruari atau awal Maret. Pada tahun 2009, Holi dhulandi jatuh pada tanggal 11 Maret dan Holika dahan pada 10 Maret.

Berikutnya ada tarian Bharata Natyam. Tarian Bharata Natyam merupakan salah satu gaya tarian klassik India. Tarian klassik Bharata Natyam merupakan salah satu tarian yang penuh dengan tradisi, yang mana untuk menguasainya perlu mengambil masa bertahun-tahun karena terdapat pelbagai gerakan tangan, kaki dan mata yang harus dipelajari demi untuk mempersembahkan tarian warisan lama yang dihormati ini secara lengkap, penuh dengan kegemilangan.

tarian ini berasal daripada wilayah Tamil Naidu di bagian selatan India. Secara tradisionalnya, tarian ini di persembahkan secara solo oleh seorang penari wanita.
Tarian ini dianggap sebagai tarian api, yang menunjukkan dengan jelas oleh metafizik batin dan unsur api dalam badan manusia. Biasanya tarian ini diiringi dengan musik klasik carnatic. Tarian klasik Bharata Natyam merupakan salah satu tarian yang penuh dengan tradisi, yang mana untuk menguasainya perlu mengambil masa bertahun-tahun kerana terdapat berbagai gerakan tangan, kaki dan mata yang harus dipelajari untuk mempersembahkan tarian warisan lama yang dihormati ini secara lengkap dan penuh dengan kegemilangan.

Secara tradisionalnya, tarian ini dipersembahkan secara solo oleh seorang penari wanita. Suatu persembahan yang lengkap dalam tarian ini merangkumi enam peringkat dikenali sebagai Alarippu, Jatiswaram, Sabdam, Varnam, Padam dan Thillana. Peringkat-peringkat ini menggabungkan elemen Neritta Atau Tarian Tulen dan Nerity. Seorang penari profesional tarian ini harus mempunyai beberapa sifat, antaranya kelihatan muda, langsing, bermata besar, berkeyakinan diri, serta bisa mengikut alunan musik dan menyanyi.(pul)


Berita Terkait

Renault Triber Sanggah Mobil India Berkualitas Buruk

Inilah Pagelaran Budaya India di Kota Surabaya

Warga Keturunan India Rayakan Deepavali Dengan Dekorasi Rangoli

Makanan Tradisional Khas India Ini Menjadi Penawar Rindu
Berita Terpopuler
5 Jam Pencarian, Pemuda Penjaring Ikan Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia
Peristiwa  10 jam

Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Metropolis  8 jam

Microsoft Mulai Gantikan Tugas Jurnalis dengan Robot
Teknologi  7 jam

Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Covid-19, Detailer Farmasi Menjual Kopi Kelilin...selanjutnya
Life Style  3 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber