Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Masjid Kemayoran Tempoe Doeloe. Foto cakmaryanto.wordpress.com
Masjid Kemayoran Dibangun Atas Perjuangan Warga Surabaya
Kamis, 09-06-2016 | 10:54 wib
Oleh : Dewi Imroatin
Surabaya pojokpitu.com, Salah satu masjid bersejarah di Surabaya adalah Masjid Takmiriyah yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1772. Tapi berdirinya masjid itu bukan atas dasar ringan tangan pemerintahan Hindia Belanda, melainkan atas dasar perjuangan para Ulama dan masyarakat di Surabaya.

Masjid Kemayoran terletak di Jalan Indrapura, ternyata menyimpan nilai sejarah yang penuh perjuangan. Masjid Takmiriyah itu awalnya berdiri di Surapringgo, Surabaya yang kini menjadi tugu Pahlawan. Lalu pemerintah Hindia Belanda mendirikan kantor pusat pemerintahan daerah Jawa Timur (yang dikenal Hoeve Kamtoer -kantor besar), oleh penduduk setempat disebut kantor Gubernur, persis di depan masjid tersebut.

Pada kurun waktu berikutnya, Pemerintah Hindia Belanda tergiur dengan tanah masjid itu dan ingin membangun di atas tanah tersebut kantor Peradilan Pemerintah Hindia Belanda. Dengan alasan Pemerintah Belanda ingin menjadikan kantor Pengadilan dekat kantor Gubernur atau berhadapan untuk mempermudah urusan.

Keinginan Pemerintah Hindia Belanda itu menjadi penghinaan oleh umat Islam, karena rumah Allah harus dikorbankan demi pembangunan kantor.  "Penghinaan itulah yang membuat umat Islam melakukan penentangan, diprakarsai oleh ulama di Surabaya sehingga terjadi perlawanan hebat untuk menggagalkan niat pemerintah Hindia Belanda," ungkap Abdul Hari, Sekretaris Umum Takmir Masjid Kemayoran.

Hari menceritakan, Perlawanan semakin gencar. Karena umat Islam berjuang dengan semangat Jihad Fi Sabilillah sampai perlawanan itu memuncak setelah tertembaknya seorang pemimpin umat Islam bernama Kiai Badrundin atau dikenal dengan sebutan Kiai Sedo Masjid, Artinya seorang Kiai yang gugur membela masjid.

"Kuatnya perlawanan umat Islam yang tidak mengenal takut membuat Pemerintah Hindia Belanda menyerah, Akhirnya menawarkan sebuah bangunan masjid di atas sebidang tanah yang cukup luas bekas rumah seorang mayor AD Pemerintah Hindia Belanda," imbuhnya.

Jerih payah perjuangan umat Islam beserta ulama mempertahankan keberadaan masjid akhirnya tergantikan dengan masjid dan tanah pengganti. Berupa tanah dan bangunan masjid Kemayoran Surabaya serta persil yang saat ini ditempati Taman Pendidikan Tamiriyah Surabaya, di Jalan Indrapura nomor 2, Surabaya. Penetapan Hak Atas Tanah itu kemudian diperkuat keputusan Menteri Agraria dan Pertanian nomor SK IV/46/63 tangal 14 Maret 1963/ sertifikat hak pakai no. 39 dari Badan Pertahanan Nasional tahun 1995. (pul)



Berita Terkait


Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 2

Inilah Riwayat Masjid Alun Alun Surapringga 1

Masjid Kemayoran Dibangun Atas Perjuangan Warga Surabaya


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber