Berita Terbaru :
Ahli Komunikasi Ini Menganggap Persoalan PCR Hanya Miskomunikasi
Rapid Test dan APD Kabaharkam Polri Digunakan di RS Bhayangkara
New Normal Akan Diterapkan Saat Tahun Ajaran Baru
Pemkot Malang Tetapkan 13 Point Untuk New Normal Life
Warga Temboro Minta Kelonggaran Akses, Sementara Pemkab Tawarkan Kampung Tangguh
Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Ditengah Pandemi Covid-19, Penjualan Tanah Kavling Turun Drastis
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
Optimalkan Laboratorium, Surabaya Tak Perlu Mobil Tes PCR
   

Saksi Ahli Mangkir, Sidang WNA Asal Sri Lanka Ditunda
Hukum  Rabu, 01-06-2016 | 05:30 wib
Reporter : M. Ramzi
Magetan pojokpitu.com, Terdakwa penyalahgunaan visa kerja asal Sri Lanka, meminta agar majelis hakim mempercepat proses persidangan. Sidang yang kedua kalinya sempat ditunda karena saksi ahli yang dipanggil jaksa penuntut umum tidak datang.

Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Magetan, Slamet Setyo Utomo, menunda persidangan dengan terdakwa, Amila Srinath Jayathilaka (32) asal Sri Lanka. Sedianya, sidang mengagendakan pemeriksaan sejumlah saksi ahli, yaitu dari Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Magetan dan Kantor Imigrasi Madiun.

Namun kedua saksi tersebut tidak datang hingga pelaksaan sidang, sehingga agenda sidang pemeriksaan saksi ahli ditunda, hingga pekan depan.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa Amila meminta agar majelis hakim mempercepat proses sidang. Terdakwa yang dibantu dengan penerjemah, juga menyampaikan keluhannya selama ini, karena tidak bisa menghubungi keluarganya di Sri Lanka.

Diketahui, Amalia didakwa menyalahgunakan ijin mempekerjakan tenaga asing (IMTA) dan visa kerja. Dalam dokumen tersebut, terdakwa diberikan ijin bekerja di perusahaan PT Bintang Abadi Persada di Karanganyar Jawa Tengah. Namun pada kenyataannya, ia juga bekerja sebagai Quality Advisor di PT Bintang Inti Karya, perusahaan konveksi, yang berada Kecamatan Barat Kabupaten Magetan.

Terdakwa melanggar pasal 122 huruf A undang-undang nomor 6 tahun 2011, tentang imigrasi, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta. (end) 


Berita Terkait

Saksi Ahli Mangkir, Sidang WNA Asal Sri Lanka Ditunda
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  10 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  19 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  17 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber