Berita Terbaru :
PGRI Jatim Usulkan KBM Dimulai Januari 2021
Begini Metode Kampanye Yang Akan Diterapkan Dalam Pilkada Serentak
Dinilai Tak Koordinasi, Rapid Test di Lingkungan Masjid Dibubarkan
Bantuan Sosial Tunai Kemensos Tahap Kedua Mulai Dicairkan Hari Ini
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
   

CLS Knights Surabaya Pantas Dapat Gelar Pesta
Olah Raga  Senin, 30-05-2016 | 11:56 wib
Reporter :
CLS Knights Surabaya, juara IBL 2016. Foto: Wahyudin/Jawa Pos
Jakarta pojokpitu.com, Sejarah penting buat bola basket Surabaya, khususnya untuk CLS Knights Surabaya, tercipta Minggu (29/5) malam. CLS yang sering dianggap bukan apa-apa saat menghadapi klub asal Jakarta, musim ini menjelma menjadi kekuatan menakutkan.

Ya, hasilnya, di bawah komando head coach Wahyu Widayat Jati, CLS menjadi juara Indonesia Basketball League (IBL) musim ini. Basket Surabaya pun akhirnya berpesta.

Gelar tersebut berarti juga mengakhiri paceklik gelar sepanjang keikutsertaan mereka di ajang kompetisi basket professional di tanah air. Dalam game ketiga final IBL tadi malam (29/5), Sandy Febiansyakh dkk menumbangkan Pelita Jaya Energi Mega Persada (EMP) 67-61 di Britama Arena, Jakarta.

Hasil tersebut membuat kedudukan 2-1 buat kemenangan CLS dalam skema final best of three. Gelar tersebut sekaligus melengkapi capaian Surabaya Fever yang berhasil menjadi yang terbaik di WIBL 2016.

"Keberadaan coach Wahyu ibarat dongkrak, membenahi tidak hanya skill kami, tetapi mental bertanding lebih utamanya," kata Sandy dalam konferensi press selesai pertandingan.

Keberadaan Cacing-sapaan karib Wahyu-memang secara nyata merubah permainan CLS lebih atraktif. "Kami membuktikan klub daerah juga bisa bersaing dengan klub ibu kota," terang Keceng, panggilan akrab Sandy.

Gelar kali ini menjadi istimewa buat skuad CLS. Pertama kalinya buat klub di kancah professional sejak 70 tahun yang lalu. Selain itu sejarah juga diciptakan mayoritas skuat CLS. Terutama Jamarr Andre Jonshon dan Isman Thoyib. Jamarr, pemain naturalisasi milik CLS itu memberikan bukti dengan membawa timnya menjuarai IBL 2016. Dia selalu menjadi motor serangan klub asal Surabaya itu sepanjang tahun ini.

Selanjutnya dia ingin memperbaiki dan meningkatkan kemampuan bermain basketnya untuk membuka peluang bemain buat timnas Indonesia. "Saya tahu timnas selalu ingin menjuarai event di Asia Tenggara, fokus saya upgrade kemampuan, kapanpun Indonesia membutuhkan saya siap," tegasnya. Dia juga terpilih sebagai Most valuable player (MVP) di final IBL tahun ini. (nap/jpnn/pul)


Berita Terkait

CLS Knights Surabaya Pantas Dapat Gelar Pesta
Berita Terpopuler
Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  7 jam

Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  5 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  19 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  21 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber