Berita Terbaru :
Gara-Gara Tagihan Listrik Warga Blitar Tewas Ditusuk
Penghadang Rombongan Bupati Tulungagung Diamankan Polisi
5 Hari Sudah Pencarian, Adelia Safitri Korban Hanyut Tak Ditemukan
Duh, Pohon Tumbang Timpa Mobil Parkir
Masuk Zona Merah, Akses Gerbang Tol Madiun Diperketat
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Dibuka Kembali
Ratusan Santri Lirboyo Telah Tiba di Probolinggo
Kabupaten Madiun Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jadi Endorse Arisan Online, Tyara Barbie Diperiksa Polda Jatim
Satu Positif Covid-1, Warga Kota Blitar Lakukan Penyemprotan Mandiri
Bupati Ipong Janji Bangun Jembatan Yang Putus Terseret Banjir
Cegah Virus Corona, Ratusan Santri Ponpes Ponorogo Dipulangkan
Warga Surabaya Terduga Covid 19 Meninggal Dunia di RS Gresik
Dokter Tuhan
Omset Pedagang Lontong Keliling Menurun Akibat Wabah Corona
   

Ngeri..Cara Anak-anak Itu Demi Pergi ke Sekolah
Pendidikan  Jum'at, 27-05-2016 | 09:37 wib
Reporter :
Foto-foto: NetEase
Cina pojokpitu.com, MUNGKIN kakek atau nenek Anda pernah bercerita, saat pergi ke sekolah, mereka harus berjalan kaki melintasi badai atau hal yang menyulitkan lainnya. Namun foto di atas terjadi saat ini, bukan zaman dahulu.

Setiap hari, sekitar 15 anak yang tinggal di desa Atuleer Village, selatan Sichuan, Tiongkok harus memanjat atau menuruni satu set tangga, yang ditempatkan di sebuah tebing setinggi 800 meter untuk pergi ke sekolah.

NetEase melaporkan, anak-anak ini dipaksa bertaruh nyawa untuk menimba ilmu. Mereka harus melewati rintangan tersebut untuk pergi dan pulang ke sekolah. Ini bukan kontes, namun ini karena memang tidak ada jalan lain untuk ke sekolah.

Ya, sekitar 72 keluarga tinggal di desa yang terletak di tebing tersebut. Sekolah terdekat, terletak di bawah rumah mereka.

Di desa mereka, tak ada ponsel, sinyal. Namun lupakan semua itu, yang mereka butuhkan adalah jalan!

Cerita dari desa Atuleer itu menyebar menjadi viral di media sosial Tiongkok, dan memantik simpati para netizens untuk meminta pemerintah, sejenak memperhatikan dan memberikan solusi.

Cukup berpengaruh. Simpati dari massa, membuat pemerintah daerah setempat berkunjung ke desa tersebut. Untuk sementara, mereka akan membangun satu set tangga baja, sebelum nantinya dicarikan solusi yang lebih baik. (adk/jpnn/pul)

Berita Terkait

Ngeri..Cara Anak-anak Itu Demi Pergi ke Sekolah
Berita Terpopuler
Ruas Jalan Protokol Sumenep Disemprot Menggunakan Damkar
Peristiwa  14 jam

Kurangi Resiko Tertular Covid-19 RS UMM Ciptakan APD
Pendidikan  13 jam

Relawan MBLC, Bersama-Sama Perangi Corona
Malang Raya  10 jam

Bantuan Sembako Warga Terdampak Covid-19 Terus Mengalir
Peristiwa  12 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber