Berita Terbaru :
Usai Apel Pagi PNS Dilingkungan Pemkab Gresik Rebutan Buah-Buahan
64.849 Peserta BPJS Kesehatan Akan Dinonaktifkan
Pemilik Tambang Tewas Tertimbun Longsoran
69 Kelurahan Di Surabaya Nol Kasus Covid 19
Perempuan MKGR Target 10 Ribu Untuk Kemenangan Mahfud Arifin
Belajar 12 Tahun Menjadi Prioritas Utama Paslon Er-Ji
Haul KH Abdul Hamid, Dilakukan Virtual dan Membatasi Jamaah Hadir
FK3 Resmi Cabut Dukung Kelana Beralih Dukung Paslon Nomor Urut 1
Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit, Digali Secara Liar Oleh Oknum dan Kini Dikubur Kembali
Dampak Positif Covid, Merebaknya UMKM
Waspada Banjir, Kerja Bhakti Bersihkan Sungai Dari Sampah
Pelanggar yang Terjaring Operasi Zebra Tidak Ditilang Tetapi Dihipnoterapi
Kantor PLN Ponorogo Tutup Akibat Covid 19
Jaksa Agung Muda Pengawas Sidak Barang Bukti di Kejaksaan Negeri Sidoarjo
Sempat Ditahan di Malaysia, 154 Orang Pekerja Imigran Indonesia Asal Madura Dideportasi
   

Miris, Masih Banyak Warga Ponorogo Jadi Korban Pasung
Peristiwa  Selasa, 17-05-2016 | 19:39 wib
Reporter : Heru Kuswanto
Ponorogo pojokpitu.com, Program bebas pasung yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur nampaknya masih jalan di tempat. Hal tersebut terbukti di Ponorogo masih banyak warga yang mengalami keterbelakangan hidup dalam pasungan. Bahkan perlakuan seperti ini sudah terjadi selama bertahun - tahun. Sementara pihak Komnas HAM berharap adanya peran aktif dari keluarga serta lingkungan.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kembali mendatangi seorang warga yang dipasung. Kali ini, Wakijo warga Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Di tempat berukuran 4 x4 ini, Wakijo setiap hari harus tidur beralaskan tanah dengan kaki diikat rantai besi.

Hal ini dilakukan oleh keluarganya, karena tingkah laku Wakijo yang mengalami keganjilan ini sering mengamuk dan meresahkan masyarakat.

Karena keluarganya tidak bisa mengawasi dan penuh pertimbangan demi keamanan, akhirnya pihak keluarga memasung kaki bagian kanan menggunakan rantai besi yang diikatkan di tiang kayu balok.

Tanpa dinding yang berada pinggir area persawahan ini, Wakijo setiap hari juga harus menerima makanan yang ditaruh di tanah. Pasalnya, jika keluarga memberi makan yang ditempatkan di dalam piring, dapat dipastikan akan dirusak dan pecah.

Dari data pihak Komnas HAM, banyaknya korban pasung seperti ini karena faktor ekonomi. Namun ia berjanji akan memberikan perhatian khusus bagi penderita.  Itu pun harus diimbangi dengan lingkungan dengan cara bersosial.

Sementara, meski di Desa Carangrejo, Kecamatan, Sampung Ponorogo ini banyak warga yang mengalami keterbelakangan mental. Namun dinas terkait maupun pemerintah daerah tidak pernah memberikan solusi maupun pengobatan terhadap warganya. Bahkan program bebas pasung yang dicanangkan seakan jalan di tempat.(end)

Berita Terkait

Petugas Sosial Bebaskan Korban Pasung

Dinsos Jatim Tak Maksimal Tangani Korban Pasung

Miris, Masih Banyak Warga Ponorogo Jadi Korban Pasung
Berita Terpopuler
Obyek Wisata Budug Asu Bisa Lewati 2 Jalur Berbeda
Malang Raya  12 jam

Tingkatkan Efektif Sekolah Daring di Sekolah Luar Biasa
Malang Raya  10 jam

Hasil Otopsi Korban Pembunuhan Ada Tindak Kekerasan
Peristiwa  6 jam

Tanaman Padi Rusak Diterjang Angin Kencang
Peristiwa  7 jam



Cuplikan Berita
Kebakaran Pemukiman Padat Penduduk, Dua Rumah Petak Ludes Terbakar
Pojok Pitu

Diduga Korsleting Listrik, Dua Kafe di Area Alon-Alon Kota Terbakar
Pojok Pitu

Banjir Lahar Ganggu Aktivitas Warga dan Penambang
Jatim Awan

Polisi Amankan 169 Orang Dalam Aksi Demo Lanjutan
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber