Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Politik 

Mendagri Tjahjo Kumolo. Foto: Humas Kemendagri
Telisik Motif Penyebaran Palu Arit
Rabu, 11-05-2016 | 09:18
Oleh :
Jakarta pojokpitu.com, Pemerintah mulai gerah dengan maraknya atribut bergambar palu arit belakangan ini. Sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara pun langsung berkoordinasi guna memburu sumber penyebaran atribut berupa kaus tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kejaksaan, kepolisian dan BIN (Badan Intelijen Negara)," kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, kemarin (10/5).

Menurut dia, pihak terkait harus menyelidiki motif di balik penyebaran atribut yang identik dengan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) itu.

Tjahjo menduga, tujuan penyebaran atribut bergambar lambang PKI hanya untuk mengadu domba. "Sebab, belum tentu orang yang memakai atribut itu tahu (tentang lambang PKI, Red)," jelasnya.

Alumnus Universitas Diponegoro ini mencium gelagat adanya niat dari oknum atau pihak tertentu yang ingin mengganggu stabilitas nasional.

Pemerintah pun berjanji akan mencermati gerak-gerik organisasi masyarakat (ormas) yang menunjukan gelagat yang dimaksud. "Sekecil apapun ormas itu, walaupun di tingkat kota/kabupaten," paparnya.

Terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta agar penyebaran atribut itu harus segera ditertibkan.

Sebab, kata dia, berseberangan dengan TAP MPRS Nomor 25/1996 tentang larangan paham komunis di Indonesia. "Aturan itu harus dipatuhi," tegasnya.

Menhan pun mengimbau masyarakat tidak melakukan kegiatan atau tindakan yang berpotensi mengundang konflik. Menurut dia, penyebaran atribut itu dapat membahayakan keutuhan bangsa. "Makanya jangan melakukan tindakan aneh-aneh," imbuhnya. (tyo/sam/jpnn/pul)



Berita Terkait



Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber