Berita Terbaru :
Puluhan Warga Demo Kanwil Ditjen Bea Cukai Jatim di Juanda
Kejari Musnahkan Barang Bukti 116 Dua Bulan Perkara
Tidak Memakai Masker, Sejumlah Pengendara Jalan Diminta Putar Balik
Pesta Minuman Keras Dua Warga Tewas
Datangi E-Warung Dinsos dan Supplier Bawakan Beras Pengganti
Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Layanan RSUA Disorot Pasiennya, Begini Kata Humas
Abaikan Protokol Kesehatan, Puluhan Warga Ikuti Rapid Test Gratis
Lagi, Kasus Covid 19 Ponorogo Tambah 2 Orang
Penerimaan Siswa Baru, SMP Negeri 2 Rejotangan Hanya Mendapatkan 3 Calon Siswa
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RSUA
Kampung Tangguh Covid 19 Binaa Kejari Sidoarjo Dengan Slogan Transparansi Penggunaan Anggaran
Terkilir, 3 Pendaki Gunung Lawu Dievakuasi Petugas
Warga Dua Desa Demo Kandang Ayam di Jember
Siswa Asal Kediri Ciptakan Drone Dari Bahan Bekas
   

Studi Mengejutkan: Manusia Bisa Hidup 1.000 Tahun
Teknologi  Sabtu, 07-05-2016 | 10:51 wib
Reporter :
Aubrey de Grey. Foto: peopleus.blogspot.com
pojokpitu.com, SEBENTAR lagi manusia terbebas dari kekhawatiran-kekhawatiran bakal tua, kulit keriput, dan pikun. Tubuh fisik manusia tidak akan lagi termakan usia.

Pendiri sekaligus ilmuwan senior Strategies for Engineered Negligible Senescence (SENS) Research Foundation Aubrey de Grey sangat yakin bahwa keabadian manusia bisa diwujudkan.

"Studi yang sedang kami kerjakan tentang memperbaiki dampak penuaan ini akan mengizinkan manusia hidup seribu tahun lagi. Atau bahkan tidak perlu mati," ujarnya sebagaimana dilansir Catholic Online kemarin (6/5).

Menurut alumnus Cambridge University itu, masih terlalu sedikit ilmuwan yang mendalami studi tentang pencegahan penuaan.

"Jadi, manusia sangat yakin pada konsep bahwa menjadi tua itu adalah proses alami. Tapi, sebenarnya bukan itu yang terjadi. Menurut saya, menjadi tua bisa dilawan," tegas De Grey. Tua, imbuh dia, adalah tanda bahwa tubuh mengalami kerusakan.

Dalam wawancara dengan The Actuary, De Grey menyamakan tubuh manusia dengan mesin. Seperti mesin, di dalam tubuh manusia terdapat banyak komponen.

"Layaknya mesin mobil atau mesin pesawat terbang, tubuh manusia juga menanggung akumulasi kerusakan yang terjadi selama proses hidupnya sebagai konsekuensi normal," terangnya tentang proses penuaan.

Meski normal, kerusakan-kerusakan itu bisa dicegah atau diperbaiki. "Hanya masalah waktu sampai manusia bisa menemukan formula yang paling tepat untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan dalam tubuh seperti kerusakan pada mesin kendaraan," tandasnya.

Penjelasan itu membuat De Grey panen kritik. Namun, dia bersikukuh pada pendapatnya. "Seiring berjalannya waktu, penelitian kami menunjukkan hal-hal yang semakin signifikan," katanya.

Karena itu, De Grey pun semakin mantap menggarap studinya tersebut. Kini dia sudah semakin kebal kritik. Apalagi setelah banyak studi terpisah yang muncul dan malah mendukung studinya tersebut.

Salah satunya penelitian tentang Metformin, Rapamycin, dan Resveratrol yang bisa mencegah penuaan sel. "Saya yakin, ilmu pengetahuan bisa menyembuhkan penuaan," tegasnya.

Dengan bantuan obat-obatan, menurut dia, tubuh akan tertipu. Manipulasi itulah yang lantas membuat proses penuaan dalam tubuh berhenti. De Grey yakin, seiring berjalannya waktu, penelitian yang dilakukannya akan semakin sempurna.

Dengan demikian, harapan untuk memperpanjang hidup manusia dalam kualitas lebih baik bukan pula sesuatu yang mustahil.

Memiliki misi yang sama dengan Aubrey de Grey dari SENS, para ilmuwan dari Buck Institute for Research on Aging dan University of Washington percaya, dengan melakukan sedikit perubahan genetis, umur manusia bisa bertambah sampai 60 persen.

Penelitian yang sudah mereka lakukan selama sepuluh tahun itu berhasil mengidentifikasi 238 gen yang ketika dihapus bisa memperpanjang masa hidup sel yeast. Gen-gen tersebut kebanyakan ditemukan di mamalia, termasuk manusia, sehingga mungkin saja umur manusia bisa diperpanjang dengan menghapus gen-gen tersebut

Untuk menentukan gen yang bertanggung jawab atas proses penuaan, para ilmuwan memeriksa 4.698 rangkaian sel yeast yang masing-masing sudah dihapus satu gennya dan kemudian memonitor berapa lama sel-sel tersebut bisa hidup sebelum berhenti memisahkan diri.

Menurut Dr Mark McCormick dari Buck Institute, hasil terbaik penelitian itu adalah penghapusan satu gen yang bisa memperpanjang umur sel yeast hingga 60 persen lebih lama jika dibandingkan dengan sel yeast normal. Gen tersebut adalah gen LOS1.

Gen LOS1 berhubungan dengan perubahan gen yang diasosiasikan dengan pembatasan kalori melalui puasa dan perpanjangan umur.   

Menurut Dr Kennedy, lead-author dalam penelitian tersebut, menghapus hormon yang mendorong pertumbuhan bisa memengaruhi tubuh untuk memperlambat penuaan. Studi terbaru tersebut dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism. (hep/c5/kim/jpnn/pul)


Berita Terkait

Setelah 6 Jam, Petugas Baru Bisa Evakuasi Korban Tewas

Tukang Gali Tewas Tertimbun di Dalam Sumur Ponorogo

Penemuan Tiga Sumur Kuno

Sesosok Mayat Ditemukan Membusuk Dalam Sumur
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  2 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  16 jam

Stok Menipis, Harga Ayam Potong Terus Melambung
Ekonomi Dan Bisnis  16 jam

Sahabat Anak, Bhabinkamtibmas Polres Situbondo Bagikan Alquran dan Alat Kesehata...selanjutnya
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber