Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

KRI BUNG TOMO 357 Tembakkan Meriam di Perairan Mediterania Lebanon
Jum'at, 06-05-2016 | 12:56 wib
Oleh : Fakhrurrozi
Lebanon pojokpitu.com, Suasana Helly Deck, Pusat Informasi Tempur dan Anjungan KRI Bung Tomo-357 tiba-tiba memecah keheningan zona Barbara 3 di sebelah Barat Area of Maritime Operations (AMO) Lebanon, Rabu malam (04/05/2016).

Dentuman Meriam 76 mm Otomelara Super Rapid Gun bertubi-tubi diteruskan hentakan Meriam 30 mm Browning yang dikendalikan secara terpusat dari Combat Information Center (CIC) menghancurkan sasaran permukaan. 

Akurasi tembakan yang dikendalikan secara computerized tersebut dalam waktu sekejap. Berhasil menenggelamkan sasaran. Seluruh prajurit siaga di Pos Tempur masing-masing mendengar alarm Peran Tempur, Peran Tempur... Peran Tempur Bahaya Permukaan..... Peringatan Ancaman Bahaya Permukaan Merah Senjata Bebas.

Situasi seperti itulah, yang terjadi saat KRI Bung Tomo-357 melaksanakan latihan kerjasama taktis dengan Helly NV-414 sebagai Target Reporting Unit dalam aksi peperangan permukaan. 
Zig zag Manouver menghindari tembakan lawan dan melakukan serangan balik secara massive menggunakan seluruh meriam anti permukaan yang ada di kapal untuk melumpuhkan musuh. Taktik tempur tersebut dinamakan Zig zag Manouver Rapid Fire (ZMRF).

"Latihan ini sangat penting dilaksanakan, selain untuk menguji profesionalisme prajurit dan kesiapan teknis Platform serta system senjata juga dihadapkan status KRI Bung Tomo 357 yang sedang mengemban misi perdamaian di Lebanon tidak menutup kemungkinan menghadapi peningkatan eskalasi ancaman," ujar Kolonel Laut (P) Yayan Sofiyan, S.T., Dansatgas Maritim TNI Kontingen Garuda XXVIII-H/UNIFIL TA. 2015.

Kolonel Laut Yayan Sofian menambahkan, KRI Bung Tomo-357 sebagai kekuatan pemukul (Striking Force) Armada RI harus memiliki sifat aggresive, agile, deadly dengan memanfaatkan kemampuan teknis dan taktis kesenjataan modern yang harus diawaki oleh prajurit-prajurit profesional. 
Kolonel Laut Yayan juga menjelaskan bila kegiatan tersebut merupakan upaya kaderisasi bagi Perwira, Bintara dan Tamtama mengantisipasi dinamika penugasan sehingga siapapun yang ada di kapal jika ada personel yang harus mengikuti pendidikan atau promosi jabatan di kapal lain, kemampuan pengawakan kapal oleh personel yang profesional agar dapat dipertahankan. 

Demikian juga Tim teknis harus dapat mempertahankan dan menjaga kesiapan kondisi teknis dalam kondisi prima dengan upaya melaksanakan pemeliharaan secara terencana/ Planned Maintenance System secara ketat.

Latihan ini pun mendapat apresiasi dari Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P , Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal). Pimpinan tertinggi TNI AL tersebut mengatakan latihan ini sangat berarti untuk membakar semangat seluruh prajurit di medan operasi yang sudah berjalan 7 bulan melaksanakan misi perdamaian di Lebanon.

"Well done.....Pertahankan kondisi Teknis," kata Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P yang langsung disambut teriakan semangat Garuda........ Garuda........Garuda......Oleh prajurit TNI AL. (mud)


Berita Terkait


Dubes RI untuk Oman Tinjau Peralatan Tempur KRI Bung Tomo

Maritim Task Force (MTF) UNIFIL, Ajang Unjuk Kekuatan KRI Bung Tomo-357

KRI BUNG TOMO 357 Tembakkan Meriam di Perairan Mediterania Lebanon

KRI BUNG TOMO - 357 Tembakkan Meriam di Perairan Mediterania Lebanon


KRI Bung Tomo Gantikan KRI Sultan Iskandar Muda ke Lebanon

TNI Angkatan Laut Uji Coba Penembakan Rudal Exocet KRI Bung Tomo
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber