Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Rupiah Melemah, Pengrajin Hentikan Ekspor Kerajinan
Jum'at, 13-03-2015 | 20:43
Oleh : Hermawan Mustika
Jember pojokpitu.com, Melemahnya kurs rupiah terhadap dolar ternyata cukup berpengaruh pada kalangan pengrajin tongkat dan keris antik yang berskala eksport di Jember.

Imron Pribadi perajin tongkat dan keris antik asal desa Balung Tutul Jember ini mengaku, merasa dirugikan dan terpikul akibat melemahnya nilai rupiah terhadap dollar. Sebelum melemahnya nilai rupiah terhadap dollar, Imron Pribadi setiap minggunya selalu mengeksport produk kerajinannya. Mulai dari kalung kayu, gelang kayu, cincin kayu, tongkat kayu dan juga keris antik ke beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Hongkong  dan Eropa.
 
Melemahnya nilai rupiah seperti saat ini, dirinya menghentikan pengiriman, karena biaya pengirimannya relatif mahal dan harga produksinya tetap memakai harga lama.

Dengan kondisi seperti itu, jika Imron memaksakan melakukan pengiriman, justru akan rugi. Terbukti beberapa kali pengiriman mengalami kerugian hingga 30 persen dari biaya operasional.
 
"Meskipun demikian, saat ini masih tetap memproduksi berbagai kerajinan kayu meskipun tidak melakukan pengiriman ke luar negeri, hingga nilai rupiah kembali normal," kata Imron Pribadi.(pul)



Berita Terkait

02-05-2017 | 19:51
Indonesia Eksport Kapal Perang Kedua ke Philipina
13-03-2015 | 20:43
Rupiah Melemah, Pengrajin Hentikan Ekspor Kerajinan

10-09-2015 | 17:49
Naik Tipis, Eksporter Kopi Raup Untung di Tengah Depresiasi Rupiah
08-08-2015 | 18:56
Pelemahan Rupiah Untungkan Eksportir Mebel
26-06-2015 | 14:37
H-5 Truk Angkutan Barang Eksport Import Tanjung Perak Dapat Dispensai Untuk Beroperasi
25-02-2015 | 07:38
Pengusaha Minta Pemerintah Segera Perbanyak Sistem CIF Bagi Eksporter

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber