Berita Terbaru :
Makin Banyak Peserta UTBK Reaktif
Nasib Kader Pemantau Pasien Covid-19 Belum Terima Intensif 4 Bulan
Dituduh Hina Pengusaha, Bupati Lumajang Diperiksa Cyber Crime Polda Jatim
Kokohkan Ekonomi di Pandemi Covid, TNI, Polri Bangun Program Ketahanan Pangan
Satlantas Polresta Mojokerto Amankan Ratusan Motor Sport Dan Musnahkan Knalpot Brong
Penyaluran BLT DD Tunggu Bansos Pangan Kemensos Berakhir
Geram Dengan Ulah Nitizen, Idi Laporkan 5 Akun Media Sosial
Pemilik Mobil Misterius Merupakan Residivis Pengedar Narkoba
Ingin Memulangkan Kedua Orang Tua ke Papua, Anak Nekat Rampas Ponsel
Kejari Kota Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Residivis Jambret Babak Belur Dimassa
Tiga Pelaku Jambret Diringkus Tim Buser Polresta Banyuwangi
Hearing Komisi D, DPRD Ingatkan Pembangunan Fisik 2020 Harus Sesuai Dengan Perencanaan
Polisi Jemput Paksa Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Lahan Mantingan
Ancam Akan Dibunuh, Bapak Bejat Cabuli Anak Kandung Selama 3 Tahun
   

Simak Nih! Hackers Tinggalkan Pesan untuk KPAI
Teknologi  Senin, 02-05-2016 | 16:14 wib
Reporter :
Tampilan website resmi KPAI yang diserang hacker. FOTO: jawapos.com
Jakarta pojokpitu.com, TERHITUNG sejak Minggu (1/5), website resmi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dibobol hackers. Para peretas itu lantas mengubah tampilan www.kpai.go.id menjadi warna hitam dengan gambar sketsa kelelawar di bagian atas.

Tidak hanya itu, hacker juga memasukkan backsound dengan lagu metal. Uniknya lagi, pelaku ini juga menuliskan sebuah pesan dalam tampilan situs www.kpai.go.id tersebut.

"Zuhahaha.. Youre drunk? Fix ur sec first b4 talking about game (Kira-kira masksudnya: Kalian mabuk? Perbaiki keamanan kalian dulu sebelum berbicara tentang game)" tulis peretas dalam situs KPAI yang di-hack tersebut.

Bisa jadi, ini adalah bentuk perlawanan hackers yang kelas dengan pernyataan KPAI mendukung pemblokiran game online.

Karenanya, pelaku peretasan situs itu mengingatkan agar KPAI tidak usah ikut campur mengenai game online.

Diketahui sebelumnya, pihak KPAI memang telah menyatakan dukungannya agar game online diblokir. Sebab, game online yang beredar saat ini dinilai banyak mengandung unsur kekerasan. Hal itu tentu sangat berdampak buruk bagi anak. Selain itu, juga dapat memunculkan perilaku agresif pada anak.

Wacana pemblokiran game online sendiri awalnya diusulkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setidaknya ada 15 game yang beredar saat ini berisi kekerasan dan berbahaya untuk anak-anak.

Game-game yang berbahaya untuk anak-anak itu adalah World of Warcraft, Call of Duty, Point Blank, Cross Fire, War Rock, Counter Strike, Mortal Combat, Future Cop, Carmageddon, dan Shelshock. Kemudian Raising Force, Atlantica, Conflict Vietnam, Bully, dan yang tak kalah populer Grand Theft Auto (GTA). (fab/JPG/pul)


Berita Terkait

Madura Harus Punya Rumah Aman Untuk Korban Kekerasan Perempuan dan Anak

KPAI Pastikan Penanganan Kasus Perundungan Sesuai SPPA

Komnas Perlindungan Anak Terus Monitor Penanganan Perkara

Tantang Guru, KPAI Sarankan Pendidikan Karakter Anak Dikuatkan di Sekolah
Berita Terpopuler
Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  6 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  5 jam

Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  5 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber