Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sorot 

Perhutani Dan Polisi Olah TKP Kayu Jati, Keluarga Berharap Nenek Asyani Dibebaskan
Kamis, 12-03-2015 | 17:54 wib
Oleh : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Petugas Gabungan Perhutani Dan Polsek Jati Banteng Situbondo meninjau ulang lokasi hilangnya pohon jati di kawasan hutan produksi di Desa Jati Banteng Kecamatan Jati Banteng.

Petugas berjalan kaki menyusuri hutan yang medannya cukup sulit. Dengan melewati tebing dengan kemiringan 40 derajat, akhirnya petugas sampai di petak 43 F, titik pohon jati yang hilang.

Petugas lalu memeriksa bekas potongan pohon jati berdiameter 105 centimeter tersebut. Tak jauh dari titik pertama, ada titik kedua bekas potongan pohon jati yang diduga dimiliki oleh nenek Asyani.

Sementara itu, di rumah nenek Asyani, melalui anaknya bersikukuh bahwa ibu mereka tidak melakukan pencurian. Menurut keluarga, kayu jati milik sang ibu diambil oleh ayah dilahan mereka sendiri.

"Kayu ini sudah ada sejak 5 tahun lalu. Kayu ini bukan hasil curian karena diambil dari lahan kami sendiri," kata Linda, anak nenek Asyani.

Sementara itu, menurut aparat di desa setempat, sebelumnya kasus ini telah dimediasi oleh mereka. Namun, penyidik dan pihak Perhutani ngotot perkara dilanjutkan ke persidangan.(ern)

Berita Terkait


Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan Bubarkan Massa yang Hendak Serang Kantor TNMB

Diduga Buntut Pencuri Kayu Ditembak Mati, Kantor TNMB Dibakar Orang Tak Dikenal

Ratusan Batang Kayu Disita Dari Kampung Kayu Ilegal

Kayu Gelondongan terbakar di Penampungan Margomulyo


Ratusan Batang Kayu Disita Dari Kampung Kayu Ilegal

Ratusan Batang Kayu Disita Dari Kampung Kayu Ilegal

Gudang Kayu di Lingkar Timur Ludes Terbakar

Perajin Miniatur Mobil Antik dari Limbah Kayu

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber