Berita Terbaru :
Pengantin Bahagia Meski Harus Menikah di Posko Covid 19
Polisi Pastikan Istri Meninggal Karena Dibunuh Suami
Saling Ejek, Dua Kakek Terlibat Duel, Satu Tewas Dibacok
Menuju New Normal , 12 Pasien Covid-19 Sembuh
DPRD Soroti Dana Covid Rp 192 M dan Gedung Karantina Rp 1 M yang Mangkrak Disorot DPRD
15 Warga Satu RW di Tulungagung Reaktif Rapid Tes
Haji 2020 Dibatalkan, Pedagang Oleh-Oleh Haji Rugi Hingga 75 Persen
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Sehari, Jumlah Terkonfirmasi 25 Orang, Total Mencapai 116 Orang Positif Corona, Sembuh 75 Orang
Covid 19 Tinggi, Pemkot Tutup Pintu Masuk Surabaya
4 Hari Dioperasikan, RS Darurat Pemprov Jatim Telah Melayani 31 Orang
DPRD : Jika Tak Kondusif, Sunday Market Harus Ditutup Kembali
Tren Kesembuhan di Jatim Naik Cukup Signifikan
Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Kisah Pilu Penjual Tempe, Distigma Negatif Akibat Data Rapid Tes Bocor
   

Merasa Tak Pernah Menjual Tanahnya, Warga Minta PT SI Terbuka Soal Data Jual Beli
Pantura  Kamis, 12-03-2015 | 17:30 wib
Reporter : Khusni Mubarok
Tuban pojokpitu.com, Setelah melakukan aksi dan orasi, sejumlah perwakilan warga (pemilik tanah) dari Desa Gaji, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, melakukan mediasi dengan sejumlah pejabat dari PT Semen Indonesia tbk, di kompleks pabrik Kamis siang (12/3).

Sempat terjadi ketegangan dalam mediasi ketika warga meminta perusahaan untuk membuka data/bukti pembelian tanah sekitar 30,7 hektar di Desa Gaji yang selama ini digarap oleh warga.
 
Selain itu warga juga meminta perusahaan untuk menunjukkan siapa yang melakukan penjualan serta surat yang disebut kalau warga memberi kuasa kepada orang yang menjual tanah tersebut ke PT SI. Karena selama ini warga merasa tidak pernah merasa menjual.
 
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan CSR PT SI, Wahyu Darmawan mengatakan,  jika perusahaan tidak pernah punya niat untuk menyengsarakan warga.

"Perusahaan tidak akan menyusahkan warga. Apabila itu terjadi, baik warga ataupun PT SI sama-sama menjadi korban," kata Wahyu.

Ia menjelaskan, perusahaan berjanji akan membuka semua bukti pembelian tanah pada kisaran tahun sebelum tahun 1998 lalu itu. Perusahaan akan menyelesaikan sesuia jalurnya.
 
Sementara itu, menurut Kompol Suhartono, Kabag Ops Polres Tuban, pihaknya masih kesulitan dalam menemukan bukti-bukti atas kasus ini. "Kami telah memeriksa sejumlah saksi namun kami belum menemukan bukti pemalsuan karena berkas-berkas tersebut dipegang oleh pihak PT SI," jelas Suhartono.

Namun, ia melanjutkan dalam mediasi, pihak PT SI telah berjanji untuk membuka semua bukti pembelian tanah yang sedang disengketakan warga. Jika demikian, ini akan mempermudah proses penyidikan.(ern)

Berita Terkait

Ahli Waris Pasang Papan Nama di Lahan Yang Dikuasai Salah Satu BUMN

Seorang Janda Menangis Mendatangi Pengadilan dan Bupati Mohon Keadilan

Hakim Sidang di Lokasi Sengketa Pembebasan Tanah Jalan Raya Wiyung

Hakim Gelar Sidang di Lokasi Perkara Nenek Gugat Keponakan
Berita Terpopuler
Cegah Klaster Baru, Ribuan Nelayan dan ABK Jalani Rapid Tes
Peristiwa  4 jam

Sedikitnya 3 Wisata Kota Batu Akan Dibuka
Mlaku - Mlaku  17 jam

Belajar di Rumah Hingga Batas Waktu Tak Tertentu
Pendidikan  14 jam

Dana Untuk RW Diminta Sekdes, Puluhan Pemuda Semalam Luruk Kantor Desa
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber