Berita Terbaru :
Pakai Motor Risma Blusukan Tegur Warga Tak Pakai Masker
Wajib, Gugus Tugas Rapid Warga di Tempat Nongkrong
Petugas Gabungan Patroli Skala Besar, Segini Hasilnya
Gugus Tugas Covid 19 Siapkan Tempat Istirahat Tenaga Kesehatan
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Bhayangkara United Ingin Melanjutkan Kompetisi Hingga Selesai
Hasil Survei: Tito Karnavian Menteri Paling Responsif di Era Pandemi
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak
Youtube Blokir Akun yang Kerap Buat Konten Rasis
Koleksi Mobil Klasik David Beckham Dijual, Harganya Wow
Tips Agar Koneksi Internetmu Tidak Lelet
Malaysia Larang Orang Asing Salat Berjemaah di Masjid
Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
   

Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak di Era Gawai
Opini  Sabtu, 16-04-2016 | 18:12 wib
Reporter : Nova Sari
pojokpitu.com, Kebutuhan penggunaan gawai atau gadget sepuluh tahun ke terakhir cukup meningkat. Gawai tak hanya sekedar sebagai alat komunikasi saja, namun sudah menjadi piranti dalam menunjang kehidupan sehari-hari. Baik untuk bekerja, belanja online, hiburan dan sebagainya.

Penggunanya pun tak sekedar orang dewasa, remaja bahkan balita pun sudah akrab dengan gawai. Anak-anak usia balita biasanya lebih banyak menggunakannya untuk bermain game offline maupun online.

Hal ini membuat pergeseran dalam pola sosialisasi anak-anak. Dahulu anak-anak yang akrab bermain dengan permainan tradisional bersama teman-teman sebayanya, kini mulai teralihkan dengan asyik bermain gawai. Permainan tradisional semacam congklak, ular tangga, monopoli, dakon, kini sudah bisa diunduh di playstore. Aktivitas fisik anak kini hanya dibatasi pada layar gawai saja. 

Bila anak-anak dibiarkan dalam aktivitasnya bermain gawai tanpa dampingan orang tua, akan membentuk pribadi yang asosial, pemalu, agresif dan tidak bisa berbagi dengan temannya. Rata-rata anak mengenal gawai sejak usia 2 tahun. Biasanya melalui bentuk permainan anak-anak.

Penguatan peran keluarga dalam hal ini orangtua  sangat dibutuhkan untuk mendampingi anak-anak, terutama usia golden age yaitu usia 1 hingga 5 tahun. Orangtua boleh memperkenalkan fasilitas yang ada di gawai, namun membatasi dan mengawasi penggunaannya.

Misalnya membatasi penggunaan gawai sehari hanya satu jam. Ini dibutuhkan agar kebutuhan anak-anak akan bermain dan bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-temannya tetap terpenuhi.  

Bagaimana bila sang anak tidak punya teman sebaya di lingkungan rumahnya? Ini bukan menjadi kendala, anak bisa diajak bermain di taman kota atau tempat wisata di hari libur. Biarkan anak mengenal dan belajar terhadap lingkungan sekitarnya.       

Keuntungan lainnya, mengurangi dampak penyakit mata akibat penggunaan gawai yang berlebihan. Tak dapat dipungkiri mata yang tertuju pada gawai terus menerus bisa menyebabkan penyakit rabun jauh atau myopia.

Sementara bagi anak usia sekolah dasar, penggunaan gawai tak hanya sekedar hiburan saja, namun bisa membantu dalam tugas-tugas sekolah dengan adanya sambungan internet. Orang tua harus mendampingi anak-anak setiap mengakses situs web yang dibukanya. Anak-anak diberi pengertian tentang situs web yang boleh dan tidak untuk dikunjungi.

Begitu juga untuk penggunaan sosial media.  Batasi penggunaan gawai pada saat kegiatan kumpul bersama keluarga. Orang tua harus memberikan contoh pada anak dengan tidak menggunakan gawai saat berkumpul bersama keluarga. Sehingga terjadi interaksi antara ibu, anak dan bapak. Jangan sampai pada saat makan bersama, masing-masing anggota keluarga sibuk membalas chat yang ada di media sosial. Manfaatkan waktu bersama untuk mengetahui keadaan anggota keluarga. Anak butuh kasing sayang, dan sentuhan, tidak sekedar materi saja. Sesibuk apapun orang tua hendaknya meluangkan waktu untuk anak-anak.

Peran keluarga sangat penting dalam membentuk karakter anak. Keluarga yang diliputi suasana yang serasi, selaras dan seimbang dimana anak-anak dapat tumbuh dan berkembang fisik, mental dan sosialnya secara optimal merupakan benteng yang kokoh untuk mengatasi dan menanggulangi ancaman dan gangguan yang negatif dari penggunaan gawai.  (end)
 


Berita Terkait

Penguatan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak di Era Gawai
Berita Terpopuler
Lagi, Dokter PPDS FK Unair Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  1 jam

18 Tokoh Dianggap Layak jadi Menteri, Ada Ahok dan Grace Natalie
Politik  12 jam

Ternyata ini Klub Sepak Bola Kesukaan Ahmad Dhani
Infotainment  10 jam

Pakar Hukum Tata Negara Bicara soal Pelaksanaan Pilkada
Pilkada  9 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber