Berita Terbaru :
Peringatan Hari Kemerdekaan di Grahadi Akan Dibatasi
Hari Terakhir Coklit, KPU Sempat Terkendala Coklit di Apartemen dan Daerah Lockdown
Dipanggil Polisi, Dosen UIN yang dipukuli Rekan Seprofesi Dicecar 10 Pertanyaan
Kebakaran Rumah Nyaris Membakar SPBU
Diduga Korupsi Dana Desa, Kejaksaan Tahan Dua Perangkat Desa Sumberejo
Gadis Bawah Umur Dicabuli Disawah
Sidoarjo Kembali Zona Merah,Kapolresta Sidoarjo Pertayakan Perubahan Tersebut
BKKBN Meminta Pasutri Menunda Kehamilan di Tengah Pandemi Covid 19
Berpura-Pura Beli Es Campur, Janda Anak Satu Nekat Embat Hanphone Penjual
Setiajit Sudah Mengirim Surat Pengunduran Diri ke Gubernur
Penularan Masih Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka Tidak Seharusnya Dilakukan
Ritual Sembahyang Penghormatan Dewa Diwarnai Kericuhan
Joko Widodo Beri Penghargana 22 Tenaga Medis Meninggal Dan Beberapa Tokoh Nasional
Protap Hajatan di Tengah Pandemi Covid 19 Dalam New Normal
Soal Bangli Maospati, Satpol PP Koordinasi Dengan BBWS Solo
   

Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
Opini  Selasa, 12-04-2016 | 12:21 wib
Reporter : Nova Sari
Surabaya pojokpitu.com, Kota Surabaya di bawah kepemimpinan walikota Tririsma Harini mulai nampak hijau dan tertata. Hampir semua sudut kota Surabaya banyak kita jumpai taman-taman yang menyejukkan mata.

Tak hanya soal penghijauan saja,namun juga dari sisi kebersihan dan pengelolaan lingkungan,kota Surabaya mulai berbenah. Karena bila lingkungan tidak dibenahi maka akan timbul bencana.Salah satunya banjir,polusi udara dan sebagainya.

Belajar soal pengelolaan lingkungan,pemerintah kota Surabaya tak segan-segan berguru pada sister citynya yaitu pemerintah kota Kitakyushu, Jepang. Kota Kitakyushu yang berada di wilayah perfektur Fukoka sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota yang terpolusi,kini setelah berjuang bersama-sama antara pemerintah,pihak swasta dan warganya kota yang dulunya dijuluki grey city berubaj menjadi green city.

Semua proses perubahan kota dari yang terpolusi hingga menjadi yang terbersih diabadikan dalam museum lingkungan. Di museum tersebut tak hanya dipajang aneka bahan polutan atau yang menyebabkan pencemaram udara,namun juga disediakan diorama yang bercerita tentang kehidupan kota. Menariknya di museum juga disediakan mainan anak-anak yang mengandung unsur pendidikan. Sehingga sejak dini mereka belajar bagaimana mencintai lingkungan,dampak yang bisa berakibat kerusakan lingkungan,maupun bagaimana mereka mengelola sampah hingga menjadi barang yang bisa digunakan kembali.

Hal yang bisa kita ambil pelajaran dari warga kitakyushu bahwa mereka menanamkan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Hal ini bisa menjadi contoh bagi warga Surabaya juga.

Hal yang bisa dilakukan oleh orangtua dalam mengenalkan pendidikan lingkungan pada anak diantaranya :
1. Hemat penggunaan air bersih. Contoh mematikan air pam ketika bak air sudah penuh,atau bisa juga memanfaatkan air bekas cucian beras maupum cuciam sayuram untuk menyiram tanaman.

2. Mengenalkan pengelolaan sampah
Mengenalkan pengelolaan sampah pada anak bisa dengan cara menyenangkan. Misalnya meminta anak untuk memisahkan sampah kering berupa kertas atau plastik bungkus permen di tempat terpisah. Sementara sampah seperti kulit buah ditempatkan pada tempat sampah basah. Botol plastik bekas minuman di tempatkan di sampah tersendiri.

3. Mengajari anak untuk memanfaatkan sampah kering.
Orangtua bisa mengajarkan kepada anak untuk memanfaatkan barang-barang bekas. Misalnya memanfaatkan kotak sepatu bekas untuk dibuat tempat tissue. Botol plastik bekas bisa dibuat bahan vas bunga,dan sebagainya. Hal terpenting bukan pada bahan yang digunakan,namun pada keterlibatan anak dalam membuat kerajinan. Ikatan antara orang tua dan anak semakin erat. Selain itu,melatih ketrampilan dan keuletan anak.

4. Merawat tanaman yang ada.
Terkadang menanam lebih mudah daripada merawat. Nah,agar anak mencintai lingkungan sebaiknya diajak juga untuk merawat tanaman yang ada.

Hal- hal tersebut merupakan sebagiam dari kegiatan yang bisa dilakukan oleh para orangtua. Tak hanya cinta terhadap lingkungan,namun ikatan antara orangtua dan anak bisa terjalin dengan baik melalui aktivitas bersama.(pul)



Berita Terkait

Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
Berita Terpopuler
Ada Dua Pilihan Yang Meragukan, Saya Pilih Mana
Konsultasi Psikologi  16 jam

Jika Pimpinan Manfaatkan Anak Buahnya
Konsultasi Psikologi  8 jam

Berburu Sinyal Wifi, Para Siswa Ini Belajar di Pos Ronda
Pendidikan  19 jam

Masker Batik Merah Putih Kemerdekaan Banyak Diburu Warga
Life Style  13 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber