Berita Terbaru :
Janda Mucikari Jual Anak Bau Kencur Tarif Rp 800 Ribu
Bocah Diduga Disunat Makhluk Halus Gemparkan Warga Tuban
Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Siswa Tuna Netra Kelas 1 SLB Ikut Lomba Hafalan Alquran Tingkat Asia
PKB Rekom Gus Ipul Maju Pilwali Kota Pasuruan
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Tabrak Dump Truk Parkir, Seorang Pengendara Tewas di Mojokerto
Dua Bakal Calon Bupati Sidoarjo Masih Menunggu Rekom DPP PDIP
Polda Jatim Gelar Lomba Dalmas Sabhara dan Wanteror Brimob
Sholawat Lita Machfud berkumandang di Kampung Surabaya
Sangat Penting Mencegah Konflik Dengan Teman
Satgas Covid Sidoarjo Gelar Razia Masker di Pasar Taman
KPU Sumenep Umumkan Pendaftaran Cabup dan Cawabup Segera Dibuka September
Gas Lpg 3 Kilogram di Magetan Mulai Sulit Didapat
Tercatat, Ratusan Hektar Sawah di Kabupaten Madiun Rusak Diserang Hama Wereng
   

Ada Anggaran Pembebasan Lahan Konservasi di APBD
Metropolis  Jum'at, 08-04-2016 | 17:11 wib
Reporter : Edwin Jaka
Surabaya pojokpitu.com, Batas telah ditentukan antara pesisir dengan wilayah daratan mangrove sebagai lahan konservasi membuka fakta baru. Selain batas garis yang terbukti adanya dugaan pelanggaran, target pemenuhan untuk pembebasan lahan dikabarkam masuk ke dalam nomenklatur APBD Surabaya secara multiyears.

Dugaan adanya perubahan garis perbatasan antara wilayah laut dengan pesisir pantai Surabaya ini, ditengarai mulai didapati di sepanjang pesisir timur pantai Surabaya.

Garis pembatas ini diketahui terindikasi berbeda dengan data yang masuk ke Pemkot Surabaya. Lebih banyak pemanfaatan tersebut diketahui beralih fungsi untuk pembangunan real estate maupun apartemen.

Di sisi lain,  informasi yang dihimpun, Pemkot Surabaya sedianya menganggarkan adanya pembebasan lahan mangrove di pesisir pantai, dengan target 2.500 hektar.

Anggaran tersebut masuk ke dalam anggaran multiyears, APBD tahun 2015, dengan kisaran Rp 300 milyar hingga Rp 400 miliar. Demikian dikatakan M. Machmud, Ketua Banleg DPRD Surabaya.

Faktanya. pengangggaran tersebut maupun regulasi perizinan, masih menjadi sorotan, ujar Teguh Sri Ardianto,  aktifis lingkungan. 

Diketahui. pengelolaan dan pemanfaatan pesisir wilayah pantai Surabaya, menjadi perhatian. Pasalnya, berbagai pembangunan utilitas maupun infrastruktur terindikasi memanfaatkan lahan konservasi hanya untuk kepentingan pihak tertentu.(end)


Berita Terkait

Ada Anggaran Pembebasan Lahan Konservasi di APBD
Berita Terpopuler
Direktur Pasca Sarjana UINSA Melapor Dianiaya Teman Sejawat
Metropolis  2 jam

Lagi, Perawat Senior RS Delta Surya Meninggal Akibat Covid 19
Metropolis  12 jam

Punggung Naga, Jalur Ekstrim Menuju Puncak Piramid
Mlaku - Mlaku  13 jam

Hasil Swab, 19 Pegawai Dispendukcapil Positif Virus Corona
Covid-19  57 menit



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Awal September Subsidi Gaji Dari Pemerintah Cair 1,2 Juta
Jatim Awan

Lupa Mematikan Kompor, 1 Rumah di Bojonegoro Terbakar
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber