Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Cinta Alam, Seniman Dukung Upacara Kebo Ketan
Selasa, 05-04-2016 | 05:25
Oleh : Herpin Pranoto
Ngawi pojokpitu.com, Banyak cara dilakukan para seniman untuk mencintai dan melestarikan alam, yang rusak akibat keserakahan manusia. Sebagai dukungan kepada Bagus Kodok Ibnu Sukodok, yang akan menggelar acara Adat Kebo Ketan, puluhan seniman dari berbagai daerah, berunjuk kebolehan di tengah hutan jati Kabupaten Ngawi.

Puluhan seniman dari berbagai daerah ini memamerkan kebolehannya di sekitar Sendang Margo, tepatnya masuk Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar Ngawi. Berbagai parade kesenian, mulai dari seni tari, seni lukis , seni suara dan seni tradisional, dipertunjukkan kepada masyarakat.

Tak pelak, aksi para seniman itu menyedot banyak perhatian ribuan warga, yang datang ke lokasi hanya untuk melihat aksi para pelukis ternama seperti Putu Suta Wijaya, Samwa Hendratma, Zaenal Betta, dan lain sebagainya. 

Sementara para penyanyi juga  tak lagi terjebak pada diskriminasi musik.  Mereka bermain olah vokal, bukan demi gengsi, tapi demi cinta tanah dan air, sumber kehidupan abadi.  

Berpanggungkan  Teater Alam Kraton Ngiyom, mereka menggelar seni teatrikal menunjukan kelihaian menari. Para pelukis juga berkolaborasi dengan bisikan alam, untuk mencari inspirasi  guratan di atas kanvas. Mulai dari menggunakan media dari cat, arang, hingga dari lumpur pada kanvas.  

Para seniman ini sengaja unjuk kebolehan sebagai bentuk kepedulian pada alam, sekaligus bentuk  dukungan kepada Bagus Kodok Ibnu Sukodok, seniman yang menggelar hajatan besar. Mereka merasa rugi, jika tidak mendukung acara Kebo Ketan, yang diniatkan Sukodok, untuk menyemangati kedua anak gaibnya, yang hendak berguru.  

Oppie andaresta, merupakan salah satu seniman, yang juga mendukung upacara Kebo Ketan, yang puncaknya digelar pada bulan Desember 2016. Berbasis kearifan lokal, para seniman yang telah menggelar happening art, merealisasikan Kraton Ngiyom, menjadi kawasan konservasi alam.

Aksi para seniman tersebut hanyalah dalam rangka penggalian dana,  dengan tujuan konservasi alam. Happening art itu menggambarkan prosesi dari menikahkan manusia dengan peri, hingga melahirkan dua bayi, di hutan yang mulai ditanami kembali itu. Demikian dikatakan Bramantyo Prijosusilo, seorang seniman. 

Konservasi hutan ini akan dilakukan terus menerus di sekitar kedua sendang sumber mata air tersebut, Sendang Margo dan Sendang Pangayoman. Bahkan pada bulan Desember 2016 mendatang, di lokasi tersebut akan digelar upacara Kebo Ketan. Upacara tersebut merupakan sebuah gerakan budaya yang didengungkan untuk menyelamatkan alam dan mencegah kerusakan lingkungan.(end)


Berita Terkait


Cinta Alam, Seniman Dukung Upacara Kebo Ketan

Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua

Facebook





Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Koneksi Gagal Mas query= insert into deteksi_terpopuler (urut,tgl,jam,key_urut_berita,judul_berita,ip,jumlah_baca,perangkat) values ('1711265','2017-12-13','10:37:27','25019','Cinta Alam, Seniman Dukung Upacara Kebo Ketan','107.20.120.65','1','desktop')