Berita Terbaru :
Tukang Sablon Pakai Ganja Selama Empat Tahun Jalani Persidangan Online
Ratusan Warga Arak Pasien Covid Sembuh Keliling Kampung
Populer di Play Store, Aplikasi Anti-China Sudah Dihapus Google
Merasa Tidak Adil, Warga Laporkan Bupati Ke DPRD
Penjualan Moge Anjlok, Triumph Rumahkan 400 Karyawan
Amankah Makan di Luar Rumah Saat Pandemi Corona?
Total 1.300 Calon Jamaah Haji Asal Tuban Gagal Berangkat
Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Di Tengah Pendemi Covid 19, Warga Turi Bersyukur Terima Sertifikat Gratis
Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
   

Dewan Desak Pemerintah Gelontor Program ekonomi kreatif
Ekonomi Dan Bisnis  Senin, 04-04-2016 | 11:03 wib
Reporter : Dewi Imroatin
Chusainuddin, Anggota Kkomisi B DPRD Jatim,
Surabaya pojokpitu.com, untuk mengoptimalkan pelaku umkm (usaha mikro, kecil dan menengah) Pemprov jatim di APBD 2016 menggelontorkan Alokasi anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk Program bank umkm yaitu kredit dengan bunga ringan, sayangnya hingga detik ini banyak masyarakat di daerah terutama pelaku umkm tidak mengetahui Program tersebut. Chusainuddin, anggota komisi b dprd jatim, menyampaikan, banyak masyarakat yang tidak paham, bahkan tidak mengetahui adanya Program bank umkm yaitu kredit lunak dengan bunga ringan di Bank BPR di kab/kota di jatim, imbasnya Program tersebut tidak bisa diserap masyarakat terutama para pelaku umkm.

"Di jatim ini banyak potensi pelaku umkm yang membutuhkan modal untuk membesarkan usahanya, harusnya Program Pemprov jatim di tahun 2016 dengan mengerojok anggaran sebesar Rp 400 miliar untuk umkm bisa menopang para pelaku umkm, tapi dikarenakan minimnya sosialisasi dari Pemerintah ataupun pihak bank menjadikan masyarakat banyak yang tidak mengetahui, imbasnya Program tersebut tidak bisa diserap dengan baik," ujar Politisi dari fraksi pkb ini.

Chusainuddin menambahkan, yang dialami para pelaku umkm tidak hanya kesulitan dalam mencari tambahan modal, bantuan pemberdayaan umkm pun sangat mereka butuhkan, karena yang terjadi di lapangan mayoritas umkm dalam berproduksi sampai packging hingga pemasaran masih Mengunakan cara tradisional, padahal produk mereka berpotensi untuk bisa bersaing di pasar.

"Pemerintah harusnya menggenjot Program ekonomi kreatif dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang ada dengan melakukan pelatihan kewirausahaan, mulai dari pelatihan produksi dengan cara modern, packging yang menarik dan mampu bersaing di pasar lalu mengawal pemasarannya, sehingga skala jual para pelaku umkm bisa lebih luas, dengan begitu secara otomatis lapangan pekerjaan terbuka lebar, kesejahteraan para pelaku usaha kecil meningkat, dan yang terpenting lagi pertumbuhan ekonomi jatim pun tumbuh dengan baik," pintanya.(pul)



Berita Terkait

Omzet UMKM Busana Muslim Anjlok Karena Corona

Jatim Ditarget Tingkatkan Volume Perdagangan Dalam Negeri Dari Produk UMKM

Bina UMKM, Pemprov Jatim Gelar Pengembangan Produktifitas Usaha

Tingkatkan Produktivitas UMKM, Disnakertrans Sampang Gelar Pelatihan
Berita Terpopuler
Bejat, Begini Wajah Napi Asimilasi Yang Cabuli Anak Calon Istri
Peristiwa  10 jam

Terlanjur Beli Oleh Oleh, CJH Ini Mengaku Kecewa
Peristiwa  9 jam

Mimos, Robot Tanaman Canggih Ala Jepang Karya Siswa SMK
Teknologi  7 jam

Miliki Bondet, Seorang Pria Lumajang Ditangkap Polisi
Peristiwa  6 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber