Berita Terbaru :
BIN Bantu Pemkot Surabaya Gelar Rapid Tes Massal
Ahli Komunikasi Ini Menganggap Persoalan PCR Hanya Miskomunikasi
Rapid Test dan APD Kabaharkam Polri Digunakan di RS Bhayangkara
New Normal Akan Diterapkan Saat Tahun Ajaran Baru
Pemkot Malang Tetapkan 13 Point Untuk New Normal Life
Warga Temboro Minta Kelonggaran Akses, Sementara Pemkab Tawarkan Kampung Tangguh
Nenek Berusia 100 Tahun Sembuh Dari Covid-19
Ditengah Pandemi Covid-19, Penjualan Tanah Kavling Turun Drastis
21 Pasien Covid 19 Asal Lumajang Dinyatakan Sembuh
Data Hari Ini Pasien Covid 19 Bertambah 557 Orang
Empat Pasien Reaktif Dijemput Jalani Isolasi
Hasil Rapidtest 815 Karyawan Pabrik Rokok Madiun Non Reaktif
Bupati Kunjungi 8 Orang Yang Dikarantina Karena Mudik
Ratusan Pedagang di 3 Pasar Bojonegoro Ikut Rapid Test
Tambang Batu Kapur Runtuh, Alat Tambang Rusak Tertimbun
   

Serunya Berburu Belalang Kayu Jati, Untuk Masakan Oseng-Oseng
Mataraman  Rabu, 23-03-2016 | 10:53 wib
Reporter : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Warga di pinggiran hutan Nganjuk memiliki kebiasan unik setahun sekali, tepatnya pada masa panen padi pertama. Mereka berburu belalang kayu jati di hutan pada malam hari. Belalang hasil tangkapannya itu dijual dan disantap bersama keluarga dengan diolah menjadi masakan oseng-oseng belalang.

Puluhan warga pinggir hutan Dusun Kepuh Telu, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk ini, sejak pukul 18.00 WIB sudah berkumpul di pinggir hutan, guna persiapan berburu belalang.  

Sejumlah peralatan berburu disiapkan, seperti lampu sorot, senter dan tentunya tempat belalang. Setelah siap, mereka mulai menyeruak masuk ke dalam hatan, dengan berjalan kaki sejauh 1 kilometer, untuk mencari belalang.  

Dari cahaya lampu sorot, sejumlah belalang terlihat di daun kayu jati dan pohon singkong. Tak ingin tangkapannya lepas, mereka langsung menangkap belalang yang bertengger di dahan, dengan tangan kosong.  

Agus, salah satu pencari belalang menjelaskan, dia sengaja mencari di malam hari, karena belalang tidak gesit dan diam saat dipegang.   Keberadaan belalang menuruntnya hanya ada setahun sekali, yakni pada musim panen pertama atau pada musim pancaroba, dari musim hujan ke kemarau.  

Dalam tiga jam pencarian, rata-rata warga mendapatkan hasil sekiar 100 hingga 500 ekor belalang. Hasil tangkapanya dijual dengan harga Rp. 75 per ekor.  

Sarji salah satunya, Da mencari belalang dengan tujuan akan dijadikan menu masakan oseng-oseng belalang jati, untuk disantap bersama keluarga.  

Proses masakannyapun sederhana. Belalang dibersihkan dulu dari kotorannnya, kemudian dicuci hingga bersih, lalu digoreng.

Sementara bumbunya hanya campuran cabe, bawang putih dan merah serta sedikit garam. Ketika sudah setengah matang, bumbu yang sudah dihaluskan segera dicampur untuk digoreng.  

Dari bentuknya, oseng oseng belalang ini mirip dengan oseng-oseng udang. Bila dirasa sudah cukup matang, oseng-oseng belalang siap disajikan.   

Namun bagi anda yang tidak baisa dengan menu kuliner ini, maka harus hati-hati, karena akan menimbulkan alergi gatal-gatal dikulit. (mud) 

Berita Terkait

Aktivitas Unik Warga Tuban Menjelang Musim Hujan Itu Berburu . .

Serunya Berburu Belalang Kayu Jati, Untuk Masakan Oseng-Oseng
Berita Terpopuler
Golkar Ingatkan Walikota Surabaya Jangan Cari Sensasi di Tengah Pandemi Covid-19...selanjutnya
Metropolis  10 jam

19 Kampung Tangguh Covid-19 Diresmikan Bertahap di Tulungagung
Peristiwa  19 jam

Keberadaan Kandang Dinilai Ganggu Wisata Monumen Kresek
Peristiwa  17 jam

Doni Monardo : Mobil PCR Untuk Provinsi Jatim, Namun Khusus Untuk Kota Surabaya
Politik  7 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber