Berita Terbaru :
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Menkes Terawan Sidak Pasar Tradisional, Temukan Pedagang yang Bandel
Ruang HCU Didesain Tanpa Toilet
Rumah Sakit Rujukan Minta Klaim BPJS Kesehatan Dipercepat
Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci
Sekda Surabaya Benarkan Adanya Surat Edaran Galang Dana
Sebanyak 146 Perawat Jatim Terpapar Covid 19
Duh!! Petugas Pembuat Pin Salah Input Data PPDB
Diduga Peras Kades, Ketua LSM Terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli
Gubernur Bagikan Partisi dan Masker Kepada Ojek Online
Gali Irigasi Sawah, Warga Pasuruan Temukan Tumpukan Batu Bata Kuno
Demi Kemanusian, Pasien Eks Covid 19 Donor Plasma di PMI
Cak Nur,Wakil Bupati Sidoarjo Calonkan Bupati Dari PKB
Pandemi Covid 19 Kejahatan Cyber Naik 100 Persen
   

Bisnis Narkoba Menggurita di Pulau Garam
Opini  Selasa, 22-03-2016 | 18:58 wib
Reporter : Vita Ningrum
Reporter dan Produser Aman Terkendali Jtv
Surabaya pojokpitu.com, Pulau Garam Madura, kini namanya semakin moncer. Tidak hanya di Jawa Timur, namun juga luar negeri. Sayangnya, kali ini tenarnya pulau ini bukan dari prestasi yang ditorehkan. Namun dari jaringan barang haram narkoba yang semakin menggeliat, bahkan menggurita di Pulau Garam Madura.

Hampir semua kawasan di Pulau Madura, mulai pesisir hingga pegunungan,  ada yang berjuluk Kampung Narkoba.  Hal ini dibuktikan dengan penangkapan yang dilakukan berbagai pihak, seperti Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jatim dan juga Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim. 

Di empat kabupaten yang ada di Madura, mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, selalu ada kawasan yang dijadikan oleh bandar untuk berbisnis narkoba. Salah satu Kampung Narkoba Kabupaten Bangkalan ada di Desa Parseh,  Kecamatan Socah. Padahal bilik untuk berpesta narkoba telah dihancurleburkan oleh petugas. Meski kawasan ini pernah digrebek, namun bisnis narkoba di kawasan ini masih menggeliat. Hanya saja, sistemnya tidak lagi terpusat,  lantaran bilik telah rata dengan tanah.

Bergeser ke Kabupaten Sampang , ada kawasan pesisir yang menjadi surga bagi penyalahguna narkoba, yaitu Kecamatan Ketapang. Di sini para penyalahguna bisa dengan leluasa menggunakan narkoba, sebab bandar dengan terbuka menjual barang haramnya. Tak tanggung - tanggung anak usia belasan tahun menjadi target penjualan narkoba. Rumah sang bandarpun juga tidak jauh dari salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Ketapang.

Ditresnarkoba Polda Jatim melalui Subdit II yang menggerebek kawasan ini sempat kaget, lantaran konsumen dari sang bandar adalah anak usia belasan. Apalagi barang yang disita petugas dari jenis sabu sabu dengan kualitas bagus dan masih murni. Ini menandakan narkoba bisa jadi disuplay dari luar negeri. Terlebih salah satu tersangka yang tertangkap usai pesta sabu, yaitu salah satu TKI yang baru pulang dari Malaysia dan terbukti positif menggunakan narkoba. Terkait dari modusnya, polisi sempat terkecoh, sebab bilik yang biasa digunakan pesta narkoba , tidak ditemukan barang bukti.

Setelah menyasar ke beberapa titik, maka polisi mengarah ke kendaraan roda empat milik bandar. Ternyata bandar memodifikasi alat kemudi menjadi alat menyimpan narkoba jenis sabu sabu di dalam klakson mobil. Hal ini menunjukkan, bandar terus berinovasi agar bisnis gelap narkoba tidak terendus petugas. 

Beda Sampang, beda pula Pamekasan. Jika di Sampang, kawasan pesisir menjadi target, namun di Pamekasan kawasan pegunungan terjal menjadi tempat yang dirasa aman untuk meraup untung dari bisnis narkoba. Kecamatan Propoh menjadi salah satu kawasan yang mudah untuk memperoleh serta berpesta narkoba. Di sini penyalahguna juga disediakan bilik untuk pesta narkoba. Lokasinya pun sangat sulit dideteksi, karena kampung ini sekilas seperti kampung biasa yang jauh dari hingar bingar dunia malam. Namun siapa sangka, jika masuk lebih dalam ke kasawan ini, maka akan kita dapatkan bilik-bilik dan mobil mewah serta motor sport yang terparkir di kawasan yang sengaja ditutup dengan seng. 

Sang bandar membuka bisnis haram narkoba selama 24 jam non stop. Dengan jam buka yang sedemikian rupa, bisa kita simpulkan jika penyalahguna narkoba tidak hanya datang dari masyarakat sekitar, namun juga dari daerah lain yang ada di Jawa Timur ini. 

Di Sumenep, yang merupakan kepulauan,  menjadi akses masuknya narkoba dari luar negeri, seperti Cina, Malaysia dan juga daerah lain melalui pelabuhan kecil. Hal ini disampaikan Kepala BNN Provinsi Jatim,  Brigjen Sukirman. Pelabuhan kecil menjadi lokasi aman dalam menyelundupkan narkoba ke Madura. Oleh karena itu, pihak BNN selalu mewaspadai pelabuhan rakyat yang ada di Madura, dalam rangka menekan peredaran narkoba di Jawa Timur. Jika narkoba dari luar negeri masuk ke Jawa Timur melalui pelabuhan di Madura, maka ribuan generasi muda penerus bangsa ini akan terjerumus dalam jerat narkoba. 

Mari Kita Selamatkan,  Satu Generasi Dengan Generasi Emas Tanpa Narkoba. # Stopnarkoba.
 


Berita Terkait

Polisi Gerebek Pengedar Temukan Sabu Dalam Kitab Suci

Polisi Tangkap Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Lapas Porong

Ringkus 3 Pengedar Narkoba Polisi Sita 9,93 Gram Sabu-Sabu

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional Dilakukan Secara Daring
Berita Terpopuler
Menanti Sanitasi Yang Layak, Begini Keluh Kesah Pasien Covid 19 Terisolasi di RS...selanjutnya
Opini  5 jam

Warga Temukan Ratusan Amunisi Aktif
Peristiwa  4 jam

Calon Mahasiswa Wajib Rapid Test Sebelum Ujian SBMPTN
Kesehatan  7 jam

Tergelincir Lempengan Jalan, Pengendara Motor Terlindas Truck Trailer
Metropolis  19 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Orangtua Protes PPDB SMP Zonasi
Pojok Pitu

Audiensi Dengan IDI, Risma Nangis dan Bersujud
Pojok Pitu

Di Palau Ini Dihasilkan Kepiting Jumbo dan Rumput Laut Berkuwalitas
Jatim Awan

Wisata Bahari Snorkling Pulau Gili Ketapang Siap Dibuka Dengan Protokol Kesehata...selanjutnya
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber