Berita Terbaru :
Lima Guru Positif Covid-19, Begini KBM di SDN Plaosan 1
Positif Covid-19 di Tuban Tembus 157 Kasus
Traffic Light Lumajang Dipasang Garis Jaga Jarak Layaknya Starting Grid Moto GP
Kembangkan Bakat, 5 ABK Membuat Grup Band
Pelaku Diduga Copet Diamankan Polisi Usai Gasak HP Milik Demonstran
Demo Tolak RUU Omnibus Law di Tengah Pandemi Covid-19
Dokter dan Perawat RSUD Caruban Terpapar Virus Corona
Warga Dibuat Bingung Atas Pelayanan PDAM
Sebanyak 30 Persen PPDP Surabaya Enggan Melakukan Rapid Tes
Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Narkoba Dalam Bungkusan Rengginang
Empat Tahun Buron, Perampok Sadis Dibekuk Jatanras
Robot Arta Mulai Layani Rapid Tes UTBK di Unair
Menko PMK Kecewa Jatim Tak Bisa Penuhi Target Dua Minggu Dari Jokowi
Perwali No 33, Masuk Surabaya Wajib Rapid Tes Bagi Warga Luar Kota
Sidak Takaran Minyak, Petugas Temukan Produsen Nakal
   

Bupati Kunjungi Siswi Tuna Rungu Korban Aniaya Kakak Kelas
Tapal Kuda Dan Madura  Kamis, 10-03-2016 | 11:32 wib
Reporter : Hernawan Mustika
Jember pojokpitu.com, Korban kasus dugaan kekerasan penganiayaan yang dilakukan oleh kakak kelas terhadap adik kelasnya, mendapat kunjungan dan perhatian khusus Bupati Jember. Korban yang merupakan siswi kelas III dan mempunyai kekurangan fisik sebagai tuna wicara dan rungu ini, menderita bengkak dan lebam di bagian dada dan punggung serta sempat tidak mau pergi sekolah karena ketakutan.

Bupati berharap pihak guru sekolah di seluruh Jember harus memberikan perhatian yang lebih terhadap seluruh siswa dan siswinya agar kejadian seperti ini, tidak terulang kembali.
 
Bupati Jember, Dr Faida, langsung melakukan kunjungan ke salah satu rumah sakit swasta, tempat di mana Siti Komariyah, siswi kelas 3 SDN Tegal Gede Jember, yang diduga mendapat kekerasan fisik oleh kakak kelasnya saat berada di sekolah.

Seperti diketahui, Siti Komariyah, diduga merupakan korban kekerasan yang diakukan oleh tiga orang kakak kelasnya pada jam sekolah, hingga mengalami trauma dan kesakitan di bagian dada dan punggung, hingga harus dilakukan operasi.

Lebih dari satu bulan, Siti Komariyah menderita sakit dan tidak mau bersekolah. Siti Komariyah merupakan seorang siswi yang mempunyai dan menderita tuna wicara dan rungu yang bersekolah di sekolah umum seerti layaknya anak anak normal.

Selaku Bupati Jember, mengecam keras tindakan kekerasan pada siswa dan siswi yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Pihak bupati masih terus melakukan dan mengumpulkan keterangan dan berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi di Jember maupun di tempat lain.
 
Bupati juga berpesan, bahwa anak yang menderita dan mengalami keterbatasan fisik, seharusnya harus disekolahkan di sekolah khusus. Anak dan pelajar sebagai penerus generasi bangsa yang harus dibina dan dijaga, agar menjadi generasi penerus yang berguna  bagi bangsa dan negara.(end)

Berita Terkait

Dispendik Surabaya Skorsing Guru SMPN 44

Guru Penganiaya Murid Sudah Dipindah

Siswi Dianiaya Guru Masih Dirawat

Mabuk, Beberapa Pemuda Aniaya Rekannya Sendiri
Berita Terpopuler
FKPPI Demo Tuntut DPR RI Membatalkan RUU HIP
Peristiwa  8 jam

Tuntut Kejelasan Kasus Korupsi Warga Demo Kejaksaan
Peristiwa  11 jam

Inkrah Sejak Januari Hingga Juni, Kejari Kabupaten Malang Musnahkan Barang Bukti...selanjutnya
Malang Raya  9 jam

Persidangan Abah Ipul, Kabag ULP Sangadji Ungkap Pemberian Uang 200 Juta
Hukum  7 jam



Cuplikan Berita
Anak Jerapah Lahir di Tengah Pandemi
Pojok Pitu

Anak SD Dinikahkan Siri Dengan Pria Beristri Tiga
Pojok Pitu

Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Jatim Awan

Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber