Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Rehat 

Bom Atom Di Kota Hiroshima Dan Nagasaki Oleh Tentara Amerika Serikat
Senin, 09-03-2015 | 13:26 wib
Oleh : Pulung Aji
pojokpitu.com, Seperti yang kita pada tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, tepatnta sebelum Indonesia menyatakan kemeredekaanya, ada dua di kota di Jepang yang mendapatkan serangan nuklir oleh Amerika Serikat. Serta 6 hari setelah tragedi pemboman tersebut, Jepang mengumumkan menyerah tanpa syarat kepada sekutu.

Pemboman Amerika Serikat terhadap dua kota besar Hiroshima dan Nagasaki ini  merupakan  peristiwa sejarah yang membuat trauma masyarakat dunia hingga saat ini.  Pemboman dengan menggunakan bom atom yang dikenang sebagai sejarah besar peperangan dan penderitaan besar rakyat Jepang atas kesalahan dua kubu yang saling berperang mempertahankan prinsip politik mereka.

Bom atom telah meluluh lantakkan kedua kota itu hingga mengalami penderitaan yang panjang dari generasi ke generasi akibat radiasi kimia yang diturunkan lewat genetika.  Pemboman itu mengakibatkan kehancuran yang merata di daerah itu.

Serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki adalah serangan nuklir selama perang dunia 2 terhadap kekaisaran Jepang oleh Amerika Serikat atas perintah Presiden Amerika Serikat Harry s Truman. Setelah enam bulan pengeboman 67 kota di Jepang lainnya, senjata nuklir little boy dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945, kemudian diikuti dengan pada tanggal 9 Agustus 1945, dijatuhkan bom nuklir fat man  di atas Nagasaki. 

Bom atom ini membunuh sebanyak 140.000 orang di Hiroshima dan 80.000 di Nagasaki pada akhir tahun 1945. Sejak itu, ribuan telah tewas akibat luka atau sakit yang berhubungan dengan radiasi yang dikeluarkan oleh bom. Pada kedua kota, mayoritas yang tewas adalah penduduk. Enam hari setelah dijatuhkannya bom atom di Nagasaki, pada 15 Agustus Jepang mengumumkan menyerah tanpa syarat. Serta menandatangani instrumen menyerah pada tanggal 2 September, yang secara resmi mengakhiri perang pasifik dan perang dunia 2. 

Pengeboman ini membuat jepang sesudah perang mengadopsi three non-nuclear principles, melarang negara itu memiliki senjata nuklir.(pul)

Berita Terkait


Mengenang 1 Tahun Bom Surabaya Deklarasi Lawan Teroris

Kenang Tragedi Bom, Warga Ikuti Doa Lintas Agama

Rumah Pelaku Bom Surabaya, Dita Oepriarto Masih Utuh

Cerita Ari Setiawan, Korban Selamat Ledakan Bom Gereja di Surabaya


Begini Pesan Damai Saat Setahun Peringatan Bom GKI Diponegoro

Bus Rombongan Peziarah Wali Terguling di Tol Kebomas

WNI Berinisial KW Lolos dari Bom di Sri Lanka

Ledakan Bom di Gereja Sri Lanka, Dubes: Belum Ada Korban WNI

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber