Berita Terbaru :
Bupati Intruksikan Tegas Lakukan Pembubaran Tempat Berkumpulnya Warga
KPU Butuh Tambahan Anggaran Rp 9 Miliar Untuk Penerapan Protokol Kesehatan
Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Harga Empon-Empon Anjlok di Pasar Tradisional
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
   

Hebat ! Bisa Mendeteksi Bahaya Banjir Lewat Ponsel
Mataraman  Minggu, 14-02-2016 | 22:22 wib
Reporter : Shohibul Umam
Hendro Wardono, selaku pengarah UPMP BPBD Jawa Timur, bersama ilmuwan Jepang
Bojonegoro pojokpitu.com, UPMP BPBD Provinsi Jawa Timur, yang bekerja sama dengan konsultan asal Jepang, berencana akan memasang alat deteksi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro. Alat ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat melalui handaphone mereka setiap detiknya.

Pihak Unsur Pengarah Masyarakat Profesional (UPMP) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, memantau ketinggian air Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Hendro Wardono, selaku pengarah UPMP BPBD Jawa Timur mengatakan, tingginya debit air di wilayah hulu dipastikan berdampak pada Bengawan Solo di Bojonegoro. Apalagi dengan curah hujan tinggi seperti saat ini, Bojonegoro akan rawan terendam banjir.

Dalam kedatanganya ke Bojonegoro, pihak UPMP BPBD Provinsi Jawa Timur akan bekerjasama dengan salah satu konsultan asal Jepang untuk meminta bantuan alat deteksi dini banjir, dan ketinggian air Bengawan Solo.

Alat yang rencananya akan dipasang di Taman Bengawan Solo di Kelurahan Ledok Wetan ini, dapat memberikan informasi langsung kepada warga bantaran, lewat handphone mereka, sehingga persiapan sejak dini akan datangnya banjir dapat terpantau oleh warga. Selain semua perkembangan ketinggian air dapat terdeteksi dan dapat diakses melalui handphone, alat itu juga bisa mendeteksi curah hujan yang turun dan yang akan turun.

Meski di dekat papan duga Taman Bengawan Solo sudah ada alat peringatan dini banjir milik Unit Pelaksana Teknis Bengawan Solo, namun pihak UPMP BPBD Provinsi Jawa Timur masih tetap akan memasang alat peringatan dini banjir.

Pasalnya, alat yang kini terpasang akan berfungsi jika status siaga tiga atau siaga merah ditetapkan di Bojonegoro. Namun alat yang akan dipasang ini akan memberikan informasi kepada masyarakat setiap detiknya akan ketinggian muka air Bengawan Solo.(end)

Berita Terkait

Hebat ! Bisa Mendeteksi Bahaya Banjir Lewat Ponsel
Berita Terpopuler
Pemegang Senpi di Polres Malang Diperiksa
Malang Raya  5 jam

Cafe Kopi yang Ditemukan 6 OTG Ditutup Sementara
Malang Raya  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber