Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Life Style 

Geliat Kerajinan Warangkah Keris
Sabtu, 23-01-2016 | 20:02 wib
Oleh : Achmad Arif
pojokpitu.com, Zaman yang serba modern ternyata belum bisa meninggalkan tradisi - tradisi lama. Seperti kerajinan warangkah keris di Desa Seruni, Kecamatan Klakah, Lumajang, justru seni ukir tempat keris yang memiliki seni tinggi ini, mulai menggeliat. Ini ditunjukkan dengan makin banyak permintaannya.

Di dalam gubuk dengan ukuran tiga kali delapan meter ini, Ahmad Fauzi, membuat kerajian warangkah keris. Untuk membuatnya, laki-laki yang tinggal di Desa Seruni, Kecamatan Klakah, Lumajang mengambil papan kayu yang dekat  dari bengkel kerjanya.

Meski harus memilih tekstur kayu yang indah, bapak beranak satu ini berhasil menemukan kayu yang diinginkan dalam waktu sekejap. Kayu jati ini pun langsung dipotong-potong, agar kayu itu, sesuai dengan ukuran warangkah keris yang dipesannya.

Setelah itu, kayu yang telah diberi tanda sesuai dengan ukuran kerisnya, dilakukan pengergajian, hingga sesuai dengan tanda gambarnya.

Bahkan pembuatan warangkah keris yang membutuhkan ketelatenan ini, juga harus dihaluskan dan diukir. Sesuai motif yang diinginkan, barulah kayu yang telah berubah menjadi tempat keris ini, dicat lantas dijemur di bawah terik matahari. Dalam waktu dua jam, warangkah ini pun siap dijual ke pasar.

Menurut pengrajin keris, Ahmad Fauzi, ide awal pembuatan warangkah keris ini adalah karena hobi di bidang seni pahat sejak kecil. Dari situ, ia pun mencoba membuat warangkah keris yang teryata diminati pasar.

Terkadang dalam pembuatannya, ia mengaku kesulitan bahan bakunya. Alasannya,  seringkali pemesan warangkah keris ini menginginkan kayu langka, seperti kayu jati dan garu. Akibatnya, harganya pun ikut melambung. Bahkan jika motif dan kayunya sulit, harganya sampai jutaan rupiah.

Meski berharga mahal, peminat warangkah keris ini terus meningkat. Bahkan jumlah permintaannya pun terus naik. Utamanya, pada bulan-bulan Suro. Para pembeli ini, selain menyukai keindahan ukirannya, juga hobi kolektor keris, karena mengumpulkan keris merupakan hobi dalam melestarikan budaya.(end)
 


Berita Terkait


Memanfaatkan Limbah Akar Kayu Jati, Pria Ini Sulap Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Dekranasda Jatim Buka Pasar Kerajinan ke Eropa

Warga Binaan Lapas Jombang Produksi Tas Rajut

Kerajinan Dari Barang Bekas Kreatifitas Warga Lapas


Kerajinan Kardus Dengan Teknik Puzzle

Kerajinan Dari Barang Bekas Kreatifitas Warga Lapas

Lestarikan Lingkungan Dengan Ciptakan Kerajinan Tangan

Kerajinan Daun Kering Yang Mendunia

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber