Berita Terbaru :
GPD Minta YKP Surabaya Dibubarkan
Ketua DPRD Sayangkan MPLS Tatap Muka SMPN 4
Kurang Hati-Hati Saat Bermain, Bocah 13 Tahun Jatuh ke Sumur
Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Penumpang Tewas di Dalam Bus, Evakuasi Dengan Protokol Covid-19
Petugas BPCB Eskavasi Struktur Bangunan Kaki Candi Kerajaan Kuno
Xenia Tabrak Warung Karena Sopir Berhalusinasi
Mobil Minibus Berisi Puluhan Jerigen BBM Terbakar di SPBU Pamekasan
Tak Tahan Dirawat, Pasien Covid-19 Pilih Kabur
Liga 1 Restart, Madura United Pastikan Tetap Berkandang di Pulau Garam
Ingin Ketahui Fakta Penanganan Covid 19, Kapolda Jatim Akan Berkantor di Polsek
Meminimalisir Tatap Muka, MPLS Dengan Sistem Drive Thru
Kalau Zona Merah, Sebaiknya Salat Idul Adha Ditiadakan
Menkes Akan Berkantor di Jatim Setiap Akhir Pekan, Ini Penyebabnya
Begini Gejala Awal Hingga Rudy Ermawan Yulianto Meninggal Dunia
   

Geliat Kerajinan Warangkah Keris
Life Style  Sabtu, 23-01-2016 | 20:02 wib
Reporter : Achmad Arif
pojokpitu.com, Zaman yang serba modern ternyata belum bisa meninggalkan tradisi - tradisi lama. Seperti kerajinan warangkah keris di Desa Seruni, Kecamatan Klakah, Lumajang, justru seni ukir tempat keris yang memiliki seni tinggi ini, mulai menggeliat. Ini ditunjukkan dengan makin banyak permintaannya.

Di dalam gubuk dengan ukuran tiga kali delapan meter ini, Ahmad Fauzi, membuat kerajian warangkah keris. Untuk membuatnya, laki-laki yang tinggal di Desa Seruni, Kecamatan Klakah, Lumajang mengambil papan kayu yang dekat  dari bengkel kerjanya.

Meski harus memilih tekstur kayu yang indah, bapak beranak satu ini berhasil menemukan kayu yang diinginkan dalam waktu sekejap. Kayu jati ini pun langsung dipotong-potong, agar kayu itu, sesuai dengan ukuran warangkah keris yang dipesannya.

Setelah itu, kayu yang telah diberi tanda sesuai dengan ukuran kerisnya, dilakukan pengergajian, hingga sesuai dengan tanda gambarnya.

Bahkan pembuatan warangkah keris yang membutuhkan ketelatenan ini, juga harus dihaluskan dan diukir. Sesuai motif yang diinginkan, barulah kayu yang telah berubah menjadi tempat keris ini, dicat lantas dijemur di bawah terik matahari. Dalam waktu dua jam, warangkah ini pun siap dijual ke pasar.

Menurut pengrajin keris, Ahmad Fauzi, ide awal pembuatan warangkah keris ini adalah karena hobi di bidang seni pahat sejak kecil. Dari situ, ia pun mencoba membuat warangkah keris yang teryata diminati pasar.

Terkadang dalam pembuatannya, ia mengaku kesulitan bahan bakunya. Alasannya,  seringkali pemesan warangkah keris ini menginginkan kayu langka, seperti kayu jati dan garu. Akibatnya, harganya pun ikut melambung. Bahkan jika motif dan kayunya sulit, harganya sampai jutaan rupiah.

Meski berharga mahal, peminat warangkah keris ini terus meningkat. Bahkan jumlah permintaannya pun terus naik. Utamanya, pada bulan-bulan Suro. Para pembeli ini, selain menyukai keindahan ukirannya, juga hobi kolektor keris, karena mengumpulkan keris merupakan hobi dalam melestarikan budaya.(end)
 


Berita Terkait

Kerajinan Kulit Handmade, Apik dan Awet

Napi Rutan Ponorogo Sulap Barang Bekas Jadi Rupiah

Mengubah Kertas Bekas Menjadi Aneka Kerajinan

Permintaan Kerajinan Gerabah Cobek Masih Meningkat
Berita Terpopuler
Pemkab Ancam Tutup Lagi Lokasi Wisata Yang Tidak Paruh Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  15 jam

Periksa Hewan Qurban, Petugas Temukan Hewan Terjangkit Penyakit Hipersalivasi
Peristiwa  14 jam

Cegah Peyebaran Virus Corona, Pengadilan Agama Akan Ditutup Seminggu
Politik  45 menit

Teka Teki Partai PPP di Pilkada Sumenep Belum Jelas
Pilkada  13 jam



Cuplikan Berita
Mobil Rombongan Gubernur Jawa Timur Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertososno
Pojok Pitu

Dendam Lama, Karyawan Pabrik Kayu Bacok Teman Kerja Pakai Samurai
Pojok Pitu

Dari 51 Peserta UTBK Reaktif, 38 Orang Ternyata Negatif Covid 19
Jatim Awan

Orkemiban, Minuman Tinggi Anti Oksidan Berbahan Daun Kelor
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber