Berita Terbaru :
Baju Hazmat Buatan Siswa SMK Negeri 6 Surabaya
Lakukan Karantina Wilayah, Bantuan Terus Berdatangan
Cegah Covid-19, Ormas Lakukan Penyemprotan Disinfectan Swadaya
Ini Alasan Penting Tidur Cukup Bagi Penderita Diabetes
Pencuri Bersajam Bawa Kabur Sepeda Motor Usai Satroni Kampung
Pedagang Diduga Terpapar Covid-19, Pasar Grosir Surabaya Ditutup
Mendapat Protes Pedagang, PD Pasar Surya Tetap Menutup Pasar Kapasan
Untuk Mengetahui Stok Darah Aman di Jatim, Gubernur Sidak ke Kantor PMI Jatim
Rusunawa Milik Pemkab Lamongan Disiapkan Untuk Ruang Isolasi Covid 19
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penundaan Penutupan
Pengalihan Arus Surabaya-Ponorogo dan Sebaliknya
Dinas Pendidikan Jatim Minta Gedung SD Jadi Ruang Isolasi Pemudik
Tanah Gerak, 5 Rumah Warga Ponorogo Dikosongkan
Kendaraan yang Terlambat Bayar Pajak Selama 5 Tahun Bebas Denda
Warga Tetap Protes Kendaraan Berat Mengaspal di Jalan Raya Munggut
   

Usai Didemo Mahasiswa, Ketua STKIP PGRI Dipecat Yayasan
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 12-01-2016 | 11:14 wib
Reporter : Syaiful Anwar
Sumenep pojokpitu.com, Konflik di Sekolah Tinggi Ilmu Kegururan dan Pendidikan (STKIP) PGRI Sumenep, berbuntut panjang. Pasca aksi unjukrasa perwakilan mahasiswa, Musaheri, sebagai Ketua STKIP PGRI Sumenep dipecat oleh pihak yayasan atas rekomendasi PGRI Jawa Timur.

Ahmad Novel kuasa hukum pihak Yayasan STKIP PGRI Sumenep mengungkapkan, pemecatan Musaheri sebagai Ketua STKIP dinilai pantas.

Sebab, Musaheri dinilai telah melanggar statuta perguruan tinggi. Diantaranya, tidak melaporkan penggunaan anggaran sejak 2012, serta diketahui telah membuka kelas jauh di luar sepengetahuan yayasan.  

Jauh sebelumnya, pihak yayasan kampus dan pihak koordinator perguruan tinggi swasta (kopertis) telah memberikan peringatan. Namun tidak diindahkan. Bahkan kelas jauh tersebut hingga saat ini masih berjalan.  

Atas tindakan tersebut, pihak yayasan mendapat rekomendasi pemecatan dari PGRI Jawa Timur. Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, pihak yayasan mengangkat Plt Ketua STKIP PGRI Sumenep.  

Sementara itu Musaheri mengaku telah menerima SK pemecatan dirinya, sebagai ketua STKIP PGRI Sumenep. Dia tidak mengakui legalitas SK pemecatan tersebut, lantaran dinilai cacat hukum dan tidak prosedural.

Sebab dalam statuta STKIP PGRI Sumenep, pengangkatan dan pemecatan dilakukan melalui rapat senat. Sedangkan terkait laporan kegiatan, pihaknya sudah melakukannya susuai aturan.  

Musaheri menambahkan, terkait kelas jauh yang dituduhkannya, pihaknya berdalih, merupakan program yang berjalan sudah lama sebelum dirinya menjabat sebagai ketua. Apalagi kelas jauh tersebut sudah sepengetahuan pihak yayasan kampus. (mud)   

Berita Terkait

Usai Didemo Mahasiswa, Ketua STKIP PGRI Dipecat Yayasan
Berita Terpopuler
Belum Ada Hasil Positif Covid-19, Dewan Minta Penutupan Pasar Kapasan Ditunda
Metropolis  11 jam

Bondowoso Satu Keluarga Tewas Masuk Septic Tank 20 Meter
Peristiwa  11 jam

Kata Pasien COVID-19, Virus Corona Bukan Soal Penyakit Saja
Covid-19  16 jam

Dampak Covid-19, 34 Warga Binaan Madiun Dibebaskan
Hukum  23 jam



Cuplikan Berita
Jalan Darmo dan Tunjungan Surabaya Ditutup 2 Minggu
Pojok Pitu

Berburu Manisnya Buah Srikaya Puthuk Tuban
Pojok Pitu

Relawan Serahkan APD di RSUD Kanjuruhan Kepanjen
Jatim Awan

Kabupaten Nganjuk Menjadi Salah Satu Daerah Zona Merah di Jatim
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber