Berita Terbaru :
Tahun Ajaran Baru Akan Berlangsung Secara Virtual
Pemkab Akan Rapid Tes Seluruh Santri Gontor
Pasar Lumbung Pangan Target Menjangkau Ke 28 Kabupaten Kota di Jatim
Wakapolda Cek Perkembangan Covid 19 di Ponpes Gontor
Selama 14 Hari Terakhir Angka Kesembuhan Mencapai 2.150
JTV Mendapatkan Penghargaan dari KPID
Tukang Sopir Dealer Meninggal Secara Mendadak Di Kamar Mandi
Lagi, Ponorogo Tambah 11 Kasus Covid 19
Makin Banyak Peserta UTBK Reaktif
Nasib Kader Pemantau Pasien Covid-19 Belum Terima Intensif 4 Bulan
Dituduh Hina Pengusaha, Bupati Lumajang Diperiksa Cyber Crime Polda Jatim
Kokohkan Ekonomi di Pandemi Covid, TNI, Polri Bangun Program Ketahanan Pangan
Satlantas Polresta Mojokerto Amankan Ratusan Motor Sport Dan Musnahkan Knalpot Brong
Penyaluran BLT DD Tunggu Bansos Pangan Kemensos Berakhir
Geram Dengan Ulah Nitizen, Idi Laporkan 5 Akun Media Sosial
   

BBKSDA Jatim Terima Burung Elang Langkah dari Masyarakat
Peristiwa  Minggu, 10-01-2016 | 16:54 wib
Reporter : Bagus Setiawan
Dua ekor elang hitam endemik Pulau Jawa
Surabaya pojokpitu.com, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim di jalan kutisari selatan surabaya. Minggu siang (10/1) menerima beberapa satwa langka dan dilindungi yaitu jenis burung elang hitam, elang laut dan burung kakatua jambul kuning dari warga. Burung - burung ini akan dilepas ke habitat aslinya untuk menjaga dari kepunahan.

Burung - burung langka yang hampir punah dan dilindungi ini ditempatkan di kandang milik BBKSDA Jatim. Dua ekor elang hitam endemik Pulau Jawa ini sebelumnya sempat dipelihara oleh masyarakat di rumah . 

Selain dua ekor elang hitam, juga terdapat burung muara rangkong asal Sulawesi, elang laut dan tiga burung kakak tua jambul kuning. Burung ini diserahkan dari masyarakat ke BBKSDA, karena saat ini masyarakat sudah mulai sadar akan satwa yang dilindungi tidak boleh dipelihara di rumah, karena jenis burung ini sudah mulai jarang dan hampir punah. 

Indri Maulinda, Kepala BBKSDA, mengatakan, burung langka hasil penyerahan dari warga ini selanjutnya masih akan dikarantina oleh petugas, sebelum dilepas ke alam liar atau  habitat aslinya. Pasalnya, burung yang sudah lama dipelihara warga ini, jika langsung dilepas, dikhawatirkan akan mati karena tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sebelumnya .

Sebelumnya,  BBKSDA Jatim juga sudah melakukan upaya pengembalian ratusan satwa liar tidak dilindungi untuk menjaga ekosistem ke Kalimantan Timur pada 5 Desember lalu, berupa beo, murai batu, branjangan Jawa, kacer, dan cucak ijo. (end)

Berita Terkait

Kandang Transit Satwa BBKSDA Tidak Layak, Kondisi Hewan Memprihatinkan

BBKSDA Jatim Terima Burung Elang Langkah dari Masyarakat
Berita Terpopuler
Pemancing Tersangkut Karang, Lalu Digulung Ombak
Malang Raya  6 jam

Pemkab Bondowoso Akan Bangun Rumah Janda Tua Makan Daun Talas
Rehat  6 jam

Ini Patut Menjadi Perhatian, Biker Tewas Dilindas Truk
Peristiwa  6 jam

Selama Pandemi Corona Sudah 5 Nakes Sidoarjo Meninggal Dunia
Kesehatan  6 jam



Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber