Berita Terbaru :
Cairan Desinfektan Untuk Penyemprotan di Bilik Sterilisasi Dipastikan Aman
Dampak Corona, Orderan Grab Car Sepi
Kampung Siaga Corona, Warga Tanam Tanaman Obat Keluarga
Bumerang Buatan Atlet Lokal Dikenal Mancanegara
Longsor Jalur Pacitan Ponorogo, Material Tutup Seluruh Badan Jalan
Akses Jalan Jompo Secara Resmi Mulai Dibuka Kembali
Diduga Pasien Posotif Covid-19 Berkeliaran, Pasar Tradisional Lockdown
Jumlah PDP dan ODP Naik dan Positif Tetap 10 Orang
Sidak Diatas Kapal, Polisi Temukan Ratusan Penumpang Tidur Berdekatan
Pemerintah Beri Diskon Listrik 450 VA Dan 900 VA
Pengendara Motor Tercebur Ke Sungai, Evakuasi Sangat Dramatis
Takut Corona Mewabah, Warga Slambur Karantina Wilayah
Jokowi Putuskan Pembatasan Skala Besar dan Darurat Kesehatan
Per Hari Ini Jumlah Pasien Positif Corona 1.528, Tersebar di 32 Provinsi
Alat Rapid Test Baru Didistribusikan di Puskesmas Hari Ini
   

Tradisi Ojung Saling Pukul Rotan Diyakini Bisa Menolak Balak
Tapal Kuda Dan Madura  Rabu, 06-01-2016 | 11:37 wib
Reporter : Andi Nurcholis
Situbondo pojokpitu.com, Tradisi budaya berupa adu kekuatan dan saling memukul menggunakan sebuah rotan, diyakini sebagai tolak balak bencana alam, khususnya bagi warga Situbondo. Tradisi ini juga diyakini dapat menciptakan kerukunan antar warga desa.

Tradisi ojung ini merupakan puncak dari ritual selamatan desa. Budaya ini sudah menjadi warisan nenek moyang ini. hanya ada di Desa Bugeman Kecamatan Kendit Situbondo.   

Ritual ini memang sedikit ekstrim. Dua lelaki bertarung menggunakan sebuah rotan sebagai alat pemukul. Tubuh mereka adalah sasaran dari rotan tersebut. Sebab, setiap pukulan harus mengenai bagian tubuh  dalam tiga ronde.
 

Tradisi ojung memiliki aturan main bahwa setiap pemain memiliki jatah memukul dan menangkis masing-masing 3 kali. Dengan diatur oleh seorang wasit. Bagi pemain yang banyak mengenai lawan ketika memukul, maka dialah pemenangnya.  

Tidak ada persiapan khusus untuk para pemain ojung ini. Tradisi saling pukul memakai rotan tidak memerlukan teknik tertentu. Namun dibutuhkan keberanian dan kecepatan memukul lawan, agar bisa menjadi pemenang.  

Kegiatan ojung ini selain diyakini dapat meredam segala bentuk konflik di kalangan  masyarakat desa setempat, juga sebagai tolak balak terhadap bencana alam. Selain itu juga sebagai ajang hiburan bagi masyarakat. (mud)  

Berita Terkait

Festival Tradisi Ojung, Acara Pamungkas HUT RI ke 74 dan Hari Jadi Situbondo

Selamatan Desa, Warga Bugeman Gelar Tradisi Tarung Ojung

Warga Gunung Semeru Minta Hujan dengan Ritual Ojung

Tradisi Ojung Dipercaya Turunkan Hujan Penyubur Tanaman Padi
Berita Terpopuler
Tidak Punya Ongkos, Satu Keluarga Asal Madura Dari Daerah Endemis Dapat Tiket Gr...selanjutnya
Peristiwa  7 jam

Dalam 2 Hari Sebanyak 125 ODR Dalam 1 Desa
Peristiwa  10 jam

Christina Sembuh Dari Corona, Resepnya Tidak Panik dan Terus Ikut Tahapan Pengo...selanjutnya
Sosok  11 jam

Gelar Tayub dan Reog Hajatan Sunatan Dibubarkan Muspika
Peristiwa  11 jam



Cuplikan Berita
Viral, Wakil Bupati Sidoarjo Ikut Memakamkan Pasien Positif Corona
Pojok Pitu

Seorang Dokter Sidoarjo Tertular Virus Covid 19, Satu Perawat PDP
Pojok Pitu

Gubernur Jatim Takziah ke Kediaman Ibunda Presiden Jokowi
Jatim Awan

Santri di Jombang Gelar Sholat Ghoib Ibunda Presiden
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber