Berita Terbaru :
Dengan Nasi Tumpeng, Walikota Surabaya Peringati Hari Jadi Surabaya Ke 722
Seorang Nenek Ditemukan Tewas Membusuk Di Dalam Rumah
Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Antisipasi Covid - 19 Pasca Libur Lebaran, Ratusan Karyawan Pabrik Dirapid Test
Kuliner Khas Madura Yang Hanya Dibuat di Hari Ke-7 Setelah Lebaran
Pemudik Positif Covid-19, Keluarga dan Warga Rapid Test
Kasus Positif Covid-19 di Tulungagung Bertambah 7 Orang, 2 Di Antaranya Ibu Yang Melahirkan
Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Ratusan Kentongan Disiagakan Untuk Halau Warga Nekat Masuk Desa
Saat Usia Berapa Anak Boleh Memakai Kawat Gigi?
Demi Bertahan Hidup, Nissan Terpaksa Setop Produksi 14 Model
Ketua DPRD Bojonegoro Tanggapi Polemik Kenaikan Tunjangan
Masih Ada 74 Perawat di Jatim Terpapar Covid 19
Hadapi New Normal, Begini Langkah PT KAI Daop 7
Begini Tanggapan Bupati Terkait Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19
   

Gila.....! Di Hari Jomblo, Belanja Online Tembus Rp 135 Triliun
Teknologi  Kamis, 12-11-2015 | 11:10 wib
Reporter :
Pendapatan yang didapat selama hari belanja online dibuka 11/11. FOTO: reuters
BEIJING pojokpitu.com, Hari Jomblo yang jatuh pada 11 November atau dobel sebelas (double eleven), dari dulu selalu identik dengan belanja online. Budaya baru itu diperkenalkan oleh Raksasa dagang online Tiongkok Alibaba.

Kendati namanya hari jomblo, target belanja online bukan hanya kaum lajang atau mereka yang belum menikah.

Mereka yang sudah berkeluarga, bayi, anak-anak, kaum muda, atau warga lanjut usia juga menjadi sasaran. Buktinya, situs belanja online terbesar Negeri Panda itu menawarkan berbagai macam produk dan kebutuhan bagi segala lapisan. Susu formula, misalnya.

Saking positifnya reaksi netizen terhadap Hari Jomblo tersebut, warga Australia sampai protes. Sebab, mereka sulit mendapat susu formula yang menjadi kebutuhan utama bayi dan anak-anak. Sejak sebelum Hari Jomblo tiba, para spekulan memborong susu formula Negeri Kanguru untuk dijual lagi secara online kepada konsumen di Tiongkok.

"Kami memahami kekesalan konsumen yang sulit mendapatkan produk kami di pasar. Kami juga terkejut dengan tingginya permintaan dari Tiongkok terkait Hari Jomblo kali ini," ungkap Laura McBain, chief executive Bellamy. Karena belum pernah terjadi sebelumnya, dia mengaku perusahaannya tidak memiliki persiapan atau antisipasi apa pun. Maka, dia pun minta maaf kepada para konsumen Australia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, transaksi belanja online pada Hari Jomblo selalu menunjukkan angka yang fantastis. Kemarin (11/11) transaksi mencapai lebih dari USD 10 miliar (sekitar Rp 135,7 triliun) hanya dalam 14 jam pertama.

"Penjualan 2015 menyalip rekor tahun lalu," terang Chief Executive Officer Alibaba Daniel Zhang dalam keterangan tertulis. (AFP/BBC/hep/c23/ami/jpnn/pul)


Berita Terkait

HEBOH.. Foto Mirip Bu Ani Jadi Bintang Iklan

Gila.....! Di Hari Jomblo, Belanja Online Tembus Rp 135 Triliun
Berita Terpopuler
Politisi Golkar : Bu Risma Milik Warga Surabaya, Bukan PDIP
Metropolis  17 jam

Dianggap Pekerja Beresiko, Belasan Jurnalis Ikuti Rapid Test
Peristiwa  18 jam

Hujan Deras Mengguyur Kecamatan Sumawe, Desa Tambakrejo Terendam
Malang Raya  7 jam

Ajak Akhiri Polemik, Demokrat Sebut Jatim Butuh 10 Unit Mobil PCR
Metropolis  17 jam



Cuplikan Berita
Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan Lumajang
Pojok Pitu

Puluhan Rumah Warga Pantai Sine Terendam Banjir Rob
Pojok Pitu

Banjir Terjang 5 Kecamatan di Tengah Pandemi Covid-19
Jatim Awan

Dua Truk Pasir Terseret Lahar Dingin Semeru
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber