Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Gambar terbaru dari satelit NASA, Aqua mengenai pulau Kalimantan. (NASA/Aqua/MODIS)
Satelit NASA Tunjukkan Kalimantan Masih Tertutup Asap
Rabu, 11-11-2015 | 10:10 wib
Oleh :
pojokpitu.com, Gambar-gambar yang diambil oleh satelit NASA milik Amerika Serikat, Aqua menunjukkan bahwa asap tebal dari kebakaran lahan masih menyelimuti pulau Kalimantan dan tempat lain di Indonesia.

Titik-titik merah menunjukkan titik api yang berhasil ditangkap oleh sensor satelit yang menunjukkan bahwa di daerah tersebut suhu udara lebih panas, disebabkan karena kebakaran.

Awan cumulus kecil juga tampak di pantai bagian selatan di pulau Kalimantan.

Asap tebal ini disebabkan oleh pembakaran yang dilakukan di kawasan hutan maupun lahan pertanian. Dan musim pembakaran tahun 2015 yang dimulai bulan September lalu merupakan yang terburuk selama 20 tahun terakhir.

Sejauh ini, kebakaran in sudah menghasilkan sekitar 1,6 miliar ton karbon dioksida, angka ini empat kali total emisi tahunan yang dihasilkan oleh Australia.

Gambar ini diambil 19 Oktober lalu diatas ketinggian 700 kilometer, yang dilakukan oleh  Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang dimilki oleh satelit Aqua milik NASA.(jpnn/pul)


Berita Terkait


Akhir Pekan, Ikan Asap Hadi Buruan Para Pengguna Jalan di Jalur Pantura Tuban

Kuliner Ikan Asap Pesisir Pantai Blitar Digemari Wisatawan

Ikan Asap Khas Tuban, Menjadi Buruan di Jalur Pantura

Viral di Medsos, Pelaku Penyemburan Asap Vapor Pada Hewan Minta Maaf


Kuliner Ikan Asap Pesisir Pantai Blitar Digemari Wisatawan

Muncul Asap di Gunung Lawu, Pendakian Tetap Buka

Tempat Pengasapan Ikan dan Pos Pantau Dibongkar Pemkot, Nelayan Wadul Ke Dewan

Ikan Asap Khas Tuban, Menjadi Buruan di Jalur Pantura

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber