Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Peristiwa 

Demo buruh di depan Grahadi soal PP Pengupahan
Demo Buruh Tuntut Gubernur Tolak PP Pengupahan
Kamis, 05-11-2015 | 17:37 wib
Oleh : Selvy Wang
Surabaya pojokpitu.com, Ratusan buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) meluruk kembali di depan Gedung Negara Grahadi, Kamis (5/11/2015). Buruh meminta Gubernur Jawa Timur ikut menolak penerapan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Dengan membentangkan  aneka spanduk dan poster, massa pengunjuk rasa merupakan buruh dari beragam daerah, mulai Surabaya, Sidoarjo Pasuruan, Gresik, Mojokerto hingga Jombang.

Menurut pengunjuk rasa, PP Pengupahan terbukti mengebiri kesejahteraan buruh. Dengan adanya PP ini, maka kenaikan upah tidak lagi mengikuti mekanisme survei standar hidup layak (KHL) bagi buruh. Padahal upah harusnya bisa melihat berapa sebenarnya kebutuhan buruh.

"PP ini upah dipatok kenaikannya sesuai pertumbuhan ekonomi dan inflasi, padahal survei riil kebutuhan buruh harusnya tetap dilakukan," kata Jazuli, salah satu koordinator aksi.

Sementara itu, unjuk rasa sendiri dilakukan di separuh badan jalan sisi utara Jl. Gubernur Suryo sehingga separuh jalan masih dilewati oleh pengguna jalan, meskipun arus lalu lintas berjalan merambat. (end/**)

Berita Terkait


Sutiaji Kecam Aksi Vandalisme Cagar Budaya Jembatan Kahuripan

Menyusup Saat Mayday, Polisi Ringkus Lima Anggota Anarko

Di PHK Sepihak, Mantan Buruh Terpaksa Jajakan Makanan Minuman Saat Gelaran Mayday

9 Kesepakatan Antara Buruh dan Gubernur Jatim Jadi Hadiah Pada Perayaan Mayday 2019


Demo Buruh di Kantor Gubernur Ricuh

Antisipasi Demo Buruh dan Sopir Lyn, 1300 Personil Polisi Siaga

Demo Buruh Tuntut Gubernur Tolak PP Pengupahan

Warga Kecewa Penutupan Jalan Demi Demo Buruh

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber