Berita Terbaru :
Laka Lantas Operasi Patuh Semeru Meningkat
Jatim Belum Layak Lakukan Sekolah Tatap Muka
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Unik, UWK Malang Gelar Wisuda Secara Drive Thrue
Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Mendagri Bilang Ada Kepala Daerah Yang Tidak Serius Tangani Covid-19
   

Makna Dan Sejarah Tarian Barongsai
Tempo Doeloe  Kamis, 26-02-2015 | 08:01 wib
Reporter : Pulung Aji
Salah satu pertunjukan tarian Barongsai. Tarian ini dipercaya bisa mengusir hawa negatif yang menghalangi keinginan manusia. Foto/gambar: doc
Surabaya pojokpitu.com, Masih di suasana tahun baru imlek seperti sekarang ini, pertunjukan tarian Barongsai digelar di mana-mana. Mulai dari klenteng, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan juga perkampungan-perkampungan warga Tionghoa. Tapi apakah anda memahami sejarah dan maksud dari tarian Barongsai tersebut ?.

Tarian singa atau di Indonesia dikenal dengan nama Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Tarian Barongsai bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi. Menurut kepercayaan orang Cina, singa merupakan lambang kebahagian dan kesenangan.

Tarian singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan resto, pendirian kleteng, dan tentu saja perayaan tahun baru. Barongsai memiliki beberapa arti yang dapat membuat tempat anda lebih bagus. Karena, satu menghilangkan energi negatif, kedua mengusir roh halus yang tidak baik, ketiga membawa keberuntungan.

Ada beberapa versi sejarah Barongsai. Yang paling terkenal adalah versia nian. Pada masa Dinasti Qing, di wilayah di China ada roh jahat yang mengganggu penduduk setempat hingga menimbulkan keresahan dan ketakutan. Saat itulah muncul singa untuk menghalau roh jahat tersebut. Akhirnya, roh jahat kalah dan lari ketakutan.

Setelah berhasil mengusir roh jahat singa tersebut pergi. Tapi roh jahat itu teryata mau balas dendam dan masyarakat tidak mengetahuinya. Mereka bingung, ada di mana singa yang bisa mengalahkan monster itu. Akhirnya mereka buat kostum Barongsai seperti yang ada sekarang, dan berhasil menyingkirkan roh jahat tersebut.

Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan Lay See. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang singa. Proses memakan Lay See ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian singa.

Di depan penari barong biasanya juga terdapat seorang penari lain yang mengenakan topeng dan membawa kipas. Tokoh ini disebut sang buddha. Tugasnya adalah untuk menggiring sang singa barong ketempat amplop berisi uang disimpan.(pul)



Berita Terkait

Cap Goh Meh, Menjadi Ajang Menjaga Kerukunan dan Toleransi

Tahun Tikus Logam, Ini Arah Fengsui untuk Keberuntungan

Libur Imlek Bongkar Muat di Pelabuhan Rakyat Gresik Sepi

Imlek, Tradisi Unjung - Unjung di Kampung Pecinan Kapasan Dalam
Berita Terpopuler
Pasangan OK Segera Deklarasi Parpol Pengusung
Pilkada  10 jam

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Kemenhub Beri Konsesi Terminal Logistik
Ekonomi Dan Bisnis  7 jam

Meski Harga Gabah Naik, Petani Tak Jual Semua Hasil Panennya
Ekonomi Dan Bisnis  12 jam

Akademisi Arsitektur : Warna Biru Alun-Alun Magetan Bagian Dari Simbol Kekuasaan...selanjutnya
Life Style  9 jam



Cuplikan Berita
Ratusan Ibu Hamil Swab Massal di Gelora Pancasila
Pojok Pitu

Begini Pengakuan Bupati Menanggapi Pemakzulan DPRD Jember
Pojok Pitu

Karyawan Toko Tipu Korban dan Gelapkan Ribuan Lpg
Jatim Awan

Sebanyak 65 Guru SMP di Surabaya Reaktif
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber