Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Tempo Doeloe 

Salah satu pertunjukan tarian Barongsai. Tarian ini dipercaya bisa mengusir hawa negatif yang menghalangi keinginan manusia. Foto/gambar: doc
Makna Dan Sejarah Tarian Barongsai
Kamis, 26-02-2015 | 08:01 wib
Oleh : Pulung Aji
Surabaya pojokpitu.com, Masih di suasana tahun baru imlek seperti sekarang ini, pertunjukan tarian Barongsai digelar di mana-mana. Mulai dari klenteng, pusat perbelanjaan, tempat wisata, dan juga perkampungan-perkampungan warga Tionghoa. Tapi apakah anda memahami sejarah dan maksud dari tarian Barongsai tersebut ?.

Tarian singa atau di Indonesia dikenal dengan nama Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Tarian Barongsai bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi. Menurut kepercayaan orang Cina, singa merupakan lambang kebahagian dan kesenangan.

Tarian singa dipercaya merupakan pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan sehingga umumnya diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan resto, pendirian kleteng, dan tentu saja perayaan tahun baru. Barongsai memiliki beberapa arti yang dapat membuat tempat anda lebih bagus. Karena, satu menghilangkan energi negatif, kedua mengusir roh halus yang tidak baik, ketiga membawa keberuntungan.

Ada beberapa versi sejarah Barongsai. Yang paling terkenal adalah versia nian. Pada masa Dinasti Qing, di wilayah di China ada roh jahat yang mengganggu penduduk setempat hingga menimbulkan keresahan dan ketakutan. Saat itulah muncul singa untuk menghalau roh jahat tersebut. Akhirnya, roh jahat kalah dan lari ketakutan.

Setelah berhasil mengusir roh jahat singa tersebut pergi. Tapi roh jahat itu teryata mau balas dendam dan masyarakat tidak mengetahuinya. Mereka bingung, ada di mana singa yang bisa mengalahkan monster itu. Akhirnya mereka buat kostum Barongsai seperti yang ada sekarang, dan berhasil menyingkirkan roh jahat tersebut.

Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan Lay See. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang singa. Proses memakan Lay See ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian singa.

Di depan penari barong biasanya juga terdapat seorang penari lain yang mengenakan topeng dan membawa kipas. Tokoh ini disebut sang buddha. Tugasnya adalah untuk menggiring sang singa barong ketempat amplop berisi uang disimpan.(pul)



Berita Terkait


Upacara Tolak Balak di Klenteng Tertua Surabaya

Rayakan Imlek Warga Tionghoa Blitar Gelar Kirap Barongsai

Hadiri Perayaan Imlek, Jokowi Ajak Warga Jangan Golput

Berkah Imlek, Penjual Burung Peking Kebanjiran Pembeli


Tahun Baru Imlek, Momen Minoritas Tionghoa di Pacitan Berkumpul

Juru Parkir Pemain Kepala Barongsai Mendapat Berkah di Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek Menjadi Berkah Bagi Pedagang Pernak-Pernik

Malam Imlek, Umat Tri Dharma Gelar Doa Bersama

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber