Berita Terbaru :
Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR
Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU
Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto
   

Valentino Rossi: Marc Marquez Bener-benar Pecundang
Otomotif  Selasa, 27-10-2015 | 07:55 wib
Reporter : -
valentino Rossi-Jpnn
pojokpitu.com, Perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez yang berujung pada insiden tabrakan di tikungan 14 Sirkuit Sepang Minggu (25/10), terus menjadi polemik.Ada yang mengutuki Rossi karena

Pertempuran tidak berhenti di Sepang.Sebagai buntutnya para pendukung kedua kubu saling terkam di media sosial.Tentu dengan argumennya masing-masing,baik yang masuk akal maupun yang konyol. Hanya dalam satu hal dua kutub tersebut "sepakat untuk tidak sepakat" bahwa sangsi terhadap Rossi tidak adil.

Keputusan sudah diambil Penambahan penalty tiga poin berarti the Doctor akan memulai balapan di seri penentuan Valencia pada posisi buncit. Yamaha sudah berjuang untuk banding tapi gagal. Tidak ada "kasasi" dalam aturan MotoGP. Sekali ditolak berarti keputusan itu berkekuatan hukum tetap. Kini perjuangan Yamaha diteruskan para netizen dengan membuat petisi yang mendesak sanksi tersebut dicabut.Sampai kemarin sore sudah lebih 167,109 ribu orang yang ikut menandatangani petisi tersebut. Butuh sekira 32 ribu lagi untuk mencapai 200 ribu orang. Bukan hanya menentang penjatuhan sanksi tapi juga mendorong sebuah suasana balapan yang bersih. Banyak yang menyamakan insiden tersebut mirip pertengkaran antara Zinedine Zidane dan Marco Materazzi pada piala dunia 2006. Karena provokasi berlebihan dari Materazzi, Zidane muntab hingga menandukkan kepalanya ke dada Materazzi.

Rossi sendiri sudah melontarkan ancaman boikot pada seri penentuan di Valencia dua pekan mendatang. Rasa kecewanya terhadap sangsi penalti tiga poin itu sudah diubun-ubun. Dia merasa tidak menendang Marquez hingga jatuh, meski mengakui manuvernya disengaja untuk membuat rivalnya itu melebar di tikungan, agar bisa segera memacu motornya mengejar Lorenzo.   Tentu ancaman boikot tersebut adalah cara Rossi untuk meningkatkan posisi tawarnya di hadapan race direction.

Dengan absennya Rossi di seri akhir pertarungan gelar juara tidak akan seru. Bahkan balapan tidak perlu ada. Rossi juga mengaku telah mendapatkan konfirmasi dari manajer pembalap Honda Emilio Alzamora bahwa tindakan Marquez tersebut merupakan balas dendam atas insiden di GP Argentina. Saat itu Rossi dianggap melakukan manuver berbahaya yang mengakibatkan Marquez terjatuh dan gagal finis. "Aku mendapat konfirmasi dari Alzamora: dia bilang Marc menganggap akulah yang membuatnya kehilangan titel juara dunia. Dia (Marquez) benar-benar pecundang," sengitnya.

Dalam jumpa awal pekan lalu Marquez sudah membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku sudah melupakan insiden tersebut dan sama sekali hanya fokus untuk menjuarai balapan di sisa musim. "Karena itu aku terkejut dengan komentar Valentino Kamis lalu," ujarnya. Insiden tersebut, tandasnya,nyata-nyata karena Rossi kehilangan kontrol pada emosinya karena tak punya kecepatan cukup untuk mengejar Lorenzo. Meski unggul tujuh poin posisi Rossi memang sulit untuk mengejar juara dunia. "Penalti ini seperti mengamputasi kakiku," tandasnya.

Jika Lorenzo finis pertama setidaknya Rossi harus finis runner up. Dengan mengepras selisih lima poin, Rossi masih bisa unggul dua poin. Jika hanya finis ketiga gelar juara dunianya sudah pasti tak terkejar. Andai Lorenzo finis kedua, setidaknya Rossi musti menyelesaikan balapan di urutan ketiga dengan raihan 16 poin. Dengan posisi tersebut Rossi unggul tiga poin. Kemudian andai duo Honda asal Spanyol Marquez dan Dani Pedrosa berhasil finis 1-2 dan Lorenzo finis ketiga, tugas Rossi lebih ringan lagi. Hanya perlu finis keenam dengan raihan 10 poin. Maka juara dunia bisa diamankan dengan selisih kemenangan satu angka.(mba)    

Berita Terkait

Pondok Gontor 2 Klaster Baru Covid-19, Begini Respons Gus Jazil MPR

Bursa Transfer: Kiper Tangguh ke Chelsea, Bintang Barcelona ke MU

Sejumlah Pria Bertubuh Kekar Menyobek Spanduk Partai Berkarya, Ada Tommy Soeharto

Berita Duka: Ayah Ivan Gunawan Meninggal Dunia
Berita Terpopuler


Cuplikan Berita
Viral Hasil Tes Rapid Peserta UTBK Berubah
Pojok Pitu

Dokter dan Satpam Postif Covid 19, Puskesmas Wates Mojokerto Ditutup Sementara
Pojok Pitu

Delapan Terkena Corona, Membuat Ribuan Karyawan PT KTI Diliburkan
Jatim Awan

Ternyata Satu Tersangka Pengambilan Paksa Jenazah Positif Covid 19
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber