Berita Terbaru :
Antisipasi Konflik, Bupati Lumajang Cek Jalan Tambang
Empat Rumah Ludes Terbakar Akibat Arus Pendek Listrik
Rekomendasi PKB di Pilkada 2020 Jatuh ke Keturunan Raja dan Sosok Kyai
Kasus Perceraian ASN Meningkat di Masa Pandemi
DPD PDIP Belum Terima Surat Rekom Terkait Pilwali Surabaya
Bawaslu Temukan Ratusan Penyelenggara Tak Netral Dalam Pilkada
Digunakan Tempat Prostitusi, Bangli Dibongkar
Curi Bawang Merah, Pelaku Dimassa dan Motor Dibakar
Ojek Tangguh Wajib Bawa 2 Masker
DPRD Provinsi Jatim Sidak PPDB SMAN 1 Bojonegoro
Sidoarjo Kembali Berlakuan Jam Malam Untuk Tekan Tingginya Penyebaran Covid 19
Diduga Bawa BBM, Sebuah Mobil Terbakar di Dekat SPBU Keting
Usai Tangani Pasien Covid 19, Puskesmas Ditutup
Jumlah Kasus Positif Korona Masih Tinggi, 3 Ruas Jalan Kembali Ditutup
Peserta UTBK SBMPTN Antri Rapid Test
   

Peringatan 1 Suro, Kirab Pusaka Kerajaan Tombak Kiai Bimo
Mataraman  Rabu, 14-10-2015 | 17:15 wib
Reporter : Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi
Kirab pusaka peninggalan Prabu Jayabaya dari Kerajaan Kediri dilakukan setiap tanggal 1 Muharram.
Kediri pojokpitu.com, Peringatan datangnya Tahun Baru 1437 Hijriah atau dalam kalender jawa disebut Suroan , dilakukan oleh ribuan warga Kabupaten Kediri dengan menggelar upacara ziarah ke tempat Pamoksan Raja Kerajaan Kediri Sri Aji Jayabaya . Upacara diawali dengan menggelar Kirab Pusaka Tombak Kiai Bimo yang merupakan peninggalan sang raja kemudian diakhiri dengan ritual tabur bunga oleh 16 bocah perempuan .

Kirab Pusaka Tombak Kiai Bimo ini dimulai dari Balai Desa Menang , Kecamatan Pagu , Kabupaten Kediri menuju ke komplek Pamoksan Sri Aji Jayabaya , yang merupakan raja dari Kerajaan Kediri . Kirab pusaka ini diikuti oleh ribuan warga dan ritual ini rutin dilakukan setiap tanggal 1 Muharram atau dalam kalender jawa disebut Suroan .

Peserta di bagian depan membawa payung sebagai petunjuk , dan di belakangnya masyarakat yang mengenakan pakaian adat Jawa . Sesampainya di Pamoksan , ritual dilanjutkan dengan doa meminta keselamatan . Setelah itu, dilanjutkan menuju Sendang Tirtokamandau, yang dipercaya sebagai tempat bersucinya sang raja sebelum moksa .

Menurut salah seorang pengunjung, sengaja datang dari Kabupaten Malang untuk melihat langsung upacara Suroan di Kediri.  Tujuannya  adalah untuk mengetahui sejarah tentang Prabu Jayabaya . Acara ini menurutnya sangat bagus , karena dapat melestarikan kebudayaan Jawa yang semakin lama semakin ditinggalkan .

Menurut Suratin, panitia , upacara ziarah 1 Suro atau 1 Muharram diadakan dengan tujuan menghormati Sri Aji Jayabaya yang merupakan raja dari Kerajaan Kediri.  Jayabaya dikenal sebagai seorang raja yang memiliki sifat arif dan bijaksana .  Sang raja juga dikenal dengan ramalannya yang dinamakan Jangka Jayabaya pada abad ke 11. (end/**)


Berita Terkait

Kesakralan Bulan Suro, Puluhan Warga Ikut Ruwat Sukerta

Peringati 1 Muharam, Warga Ponorogo Berebut Tumpeng Sedekah Bumi

Sambut Bulan Suro, Warga Berebut Dawet Tolak Balak

Muharrom, Berkah Bagi Penjamas Keris
Berita Terpopuler
Kembali Dibuka, Tempat Wisata di Blitar Terapkan Protokol Kesehatan
Mlaku - Mlaku  17 jam

Tugu Polisi Monumen Perjuangan Polri Karesidenan Besuki Akan Direnovasi
Tempo Doeloe  16 jam

Hama Ulat Mulai Serang Tanaman Jagung
Ekonomi Dan Bisnis  14 jam

Tahapan Relokasi Pedagang Ojokan Masih Lamban
Ekonomi Dan Bisnis  15 jam



Cuplikan Berita
Dua Kadis Terpapar Covid-19, Kantor Terpaksa Dilockdown
Pojok Pitu

Pemkot Surabaya Tepis Isu Pemecatan Kadis DKRTH Surabaya
Pojok Pitu

Diserang Tikus, Petani Ponorogo Resah
Jatim Awan

Rumah Pegawai Lapas Mojokerto Jadi Sasaran Pelemparan Bom Molotov
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber