Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sorot 

Lamijah, Janda Tuna Rungu Penggembala Kambing
Minggu, 22-02-2015 | 20:50 wib
Oleh : Achmad Syarwani
Nganjuk pojokpitu.com, Seorang janda di Nganjuk hidup sangat memprihatinkan. Dinding rumahnya yang keropos dan berlubang serta atap rumah yang bocor dimana-mana dikala musim penghujan menggambarkan kemiskinan janda tuna rungu ini. Lamijah, yang juga memiliki sumbing di bibirnya (60) hidup dengan dua anaknya di gubuk tersebut. Salah satu anaknya memiliki keterbelakangan mental.

Sebagai seorang janda miskin yang harus menghidupi anaknya, Lamijah, sehari-harinya bekerja sebagai penggembala kambing. Dengan penghasilan yang kadang kurang untuk makan, membuat Lamijah tidak bisa beruat banyak, terutama pada kondisi rumahnya.

Kondisi dapur, kamar tidur dan ruang tamu yang jadi satu dan hanya berlantai tanah jelas menggambarkan kemiskinan perempuan ini. Pada saat musim penghujan seprti saat ini, kondisi Lamijah dan anak-anaknya semakin prihatin. Mereka tidak bisa tidur pulas karena rumah yang bocor dimana-mana.

Karena berpenghasilan sangat sedikit, Lamijah sering berharap pada bantuan tetangga sekitar. Saat ini, ia berharap aka nada bantuan dari pemerintah agar hidupnya dan anak-anaknya bia lebih baik.(ern)



Berita Terkait


Angka Kemiskinan di Kota Probolinggo Terus Turun, 29 Kelurahan Akan Dijadikan Kampung Tematik

Di Bojonegoro Tingkat Pengangguran Alami Penurunan

Dari Tahun 2016 Hingga 2019 Angka Kemiskinan di Bojonegoro Alami Penurunan

Kemiskinan di Bojonegoro Turun 0,78 Persen


Potret Kemiskinan Tuban, Mbah Roto Hidup Bersama Kambing di Gubug Reyot

Gubernur Jatim Dorong Perangi Kemiskinan dan Stunting

Kurun Waktu Enam Bulan Ini Angka Kemiskinan di Jatim Menurun 0,48 Persen

Dari Hinggar Bingar, Ada Nenek Renta Berjuang Digaris Kemiskinan
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber