Berita Terbaru :
Kecelakaan Kerja Tewaskan 3 Orang, Satu Karyawan PT Enero Ditetapkan Tersangka
Hasil Tes Swab Wakil Walikota Surabaya Dipastikan Negatif
Tujuh Hari Dirawat, Tambahan Klaster Jamaah Masjid Meninggal Dunia
Ribuan Paket Sembako Dan APD Disalurkan Ke Ribuan Warga Terdampak Covid-19 di Jatim
Diduga Sumbu Terlalu Pendek, Perangkat Desa Terkapar Terkena Ledakan Petasan
Pemkot Surabaya Pastikan 1 Karyawan PDAM Surabaya Meninggal Terpapar covid 19
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Terapi Plasma Konvaselen Diklaim Mampu Sembuhkan Pasien Positif Covid 19
New Normal: Cabor Basket dan Sepak Bola Disarankan Jangan Latihan Seperti Biasa
9 Hari, 8 Ribu Warga Dirapid Test, 1300 Orang Reaktif
Terealisasi 12 M, Pemkab Madiun Refocussing Anggaran Ratusan Milyar
Pulang Dari Surabaya, Karyawan Kedai Bakso Terkonfirmasi Positif Corona
Terseret Banjir Korban Ditemukan Nelayan di Tengah Laut Kondisi Membusuk
DPRD Bojonegoro Tetapkan 5 Raperda
Jelang New Normal, ASN Mulai Masuk Kantor
   

21 Potret Menabjukkan di Dunia
Life Style  Jum'at, 20-02-2015 | 23:01 wib
Reporter : Erna Andriyani
Internasional pojokpitu.com, Ini bukan soal kosmetik, uang, ras atau status social, tetapi lebih kepada menjadi diri sendiri.

"Kecantikan adalah keragaman," kata fotografer Mihaela Noroc, "Dan saya melakukan perjalanan keliling dunia untuk menemukan hal itu." Setelah berhenti dari pekerjaannya di Rumania dua tahun lalu, Noroc memutuskan untuk memulai sebuah proyek foto sembari menjadi backpacker mengelilingi dunia. "The Atlas of Beauty" adalah proyek kumpulan foto - foto perempuan yang ia temui dalam perjalanannya dan merupakan usaha dia untuk menunjukkan bahwa "kecantikan itu ada di mana-mana". "Ini bukan soal kosmetik, uang, ras atau status social," jelas Noroc, "tetapi ini lebih kepada menjadi diri sendiri." Tren global membuat kita terlihat dan selalu berperilaku sama, tetapi sebetulnya kita tetap cantik meskipun berbeda.

Sejauh ini, Noroc telah mengunjungi 37 negara berbeda dan menuturkan kepada ELLE.com bahwa ia selalu kagum dengan kecantikan yang terlihat dalam budaya yang berbeda. "Aku telah menunjukkan dalam foto-fotoku tentang orang berbeda, di beda negara. Sesuatu yang cantik dan trendi di Myanmar akan tampak kuno di New York. Dan sesuatu yang keren di London, tampak aneh di Ethiopia."

Ketika ditanya mengapa ia memilih untuk memotret perempuan muda yang usianya kira-kira sama, Noroc menjelaskan, "Aku ingin membandingkan wajah perempuan di dunia dan menunjukkan bahwa semua perempuan di foto-foto saya itu memiliki sesuatu yang cantik." Saya pikir, kecantikan bukan karena usia, tetapi lebih tentang sesuatu yang alami dan tulus. Tapi perbandingan harus dibuat dengan menggunakkan kondisi yang hampir sama dan oleh karena itu aku memilih hanya satu kelompok usia, salah satu yang menjadi bagian diriku. Aku juga ingin membingkai kelompok usia lainnya, tapi aku ingin melakukannya dengan benar. Hingga saat ini, aku belum memiliki cukup uang dan waktu untuk melakukannya.(ern)

Sumber: Cosmopolitan




Berita Terkait

Pelatihan Kerja Tata Kecantikan dan Merias Wajah Panggung

DNI Skin Center Tawarkan Treatment Kecantikan untuk Kalangan Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga

Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Sabun Mandi

Sabun Kecantikan Dari Susu Kambing Etawa
Berita Terpopuler
Jenazah Korban Ditemukan Dibawah Tumpukan Jerami Kandang Sapi
Peristiwa  2 jam

Perawat RSAL Ramelan Meninggal Akibat Positif Covid 19
Covid-19  4 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  17 jam

Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  19 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber