Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Ekonomi Dan Bisnis 

Musim Kemarau, Olahan Daun Mahoni Kering Dikirim ke Jepang
Jum'at, 04-09-2015 | 20:38 wib
Oleh : Shohibul Umam
Bojonegoro pojokpitu.com, Musim kemarau seperti ini membuat daun mahoni yang berada di dalam hutan mengering dan berguguran. Warga di Dusun Sumberagung Desa Beji Kecamatan Kedewan Bojonegoro, tampak sibuk mengolah daun mahoni tersebut untuk dijadikan pupuk kompos dan dikirim ke Jepang.

Musim kemarau seperti ini merupakan puncak produksi mereka. Dalam sehari, mereka mampu mengolah daun kering mahoni sebesar 2 sampai 3 ton. Daun mahoni yang dijadikan pupuk kompos ini berasal dari limbah hutan di kawasan kecamatan Kedewan, maupun dari Blora Jawa Tengah.

Dalam mengolah daun mahoni, terlebih dahulu para pekerja menyortir daun yang masih berada di dalam sak. Kemudian daun tersebut dimasukan dalam mesin penggilingan yang natinya akan kembali disortir. Daun mahoni yang telah hancur, secara otomatis akan memisah dan terjatuh ke bawah. Hanya daun mahoni yang utuh yang dipilih.

Selanjutnya, daun mahoni yang disortir dipisahkan di tempat tersendiri. Kemudian akan dimasukan dalam alat pengepakan yang dikemas dalam sak. Sementara itu, setiap satu kemasan sak memiliki berat 10 kilogram. Daun yang telah dikemas tersebut yang akan dikirim ke Jepang dengan harga per kilogramnya sebesar Rp 1500. Untuk bahan mentah daun kering mahoni dari para petani, mereka biasa membeli dengan harga Rp 500 per kilogramnya.

Dalam satu bulan, usaha pupuk kompos daun kering mahoni ini mampu menghasilkan pendapatan antara Rp 70 sampai Rp 80 juta. Namun usaha yang berdiri sejak tahun 2013 tersebut masih belum mendapatkan bantuan dari pemerintah. Pasalnya, mereka terkendala modal untuk memenuhi tarjet dari konsumen. Tak hanya itu, untuk alatnya sendiri, mereka masih menyewa kepada kelompok tani lain.

Sementara itu, daun mahoni yang hancur saat proses penyortiran mereka manfaatkan sendiri untuk pupuk kompos dengan difermentasi terlebih dahulu. Pupuk kompos ini mereka jual dengan harga Rp 3 ribu per kilogramnya.(ern)

Berita Terkait


Musim Kemarau, Olahan Daun Mahoni Kering Dikirim ke Jepang


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber