Berita Terbaru :
Diduga Pemkot Kecolongan, Wawalikota Surabaya Berstatus ODP
Jelang New Normal Pengusaha Restaurant Terapkan Strategi Baru
PMI Gresik Krisis Stok Darah Masa Pandemi
Dindik Jatim Tetapkan Tahun Ajaran Baru Dengan Sistem Shift
Di Tengah Pandemi Covid-19, Warga Dihebohkan Pria Tergeletak di Parit
1814 Calon Jamaah Haji Jember Gagal Berangkat Tahun Ini
Jelang New Normal, Sunday Market Segera Dibuka
Puting Beliung Robohkan Pohon dan Timpa Rumah Hingga Rusak Parah
Dua Keluarga di Kota Mojokerto Terkonfirmasi Positif Covid 19
Terdakwa Mantan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bantah Semua Dakwaan Jaksa KPK
Polres Serahkan Bekas Kasus Pembunuhan Mertua Sekda ke Kejaksaan
Ditlantas Polda Jatim Sita 302 Kendaraan Roda 2 Berknalpot
Terapkan New Normal, KAI Siapkan Face Shiel untuk Penumpang
Hingga Saat Ini, Belum Ada Jamah Haji Yang Ambil Uang Pelunasan
Tiga Hari Tanpa Pj Sekda, Surat Menyurat Menumpuk di Meja
   

Jumlah Desa Terdampak Kekeringan di Pacitan Kian Meluas
Mataraman  Senin, 31-08-2015 | 17:29 wib
Reporter : Sujarismanto, Doni Diadon
Warga mendapat air bersih dari droping pemerintah. foto: sujarismanto
Pacitan pojokpitu.com, Bencana kekeringan sebagai dampak musim kemarau di kabupaten Pacitan, semakin meluas. kini puluhan desa di 11 kecamatan di Pacitan, merasakan krisis air bersih parah dan dinyatakan sebagai daerah darurat kekeringan. Pemerintah hanya mampu memberi bantuan berupa pengiriman air bersih ke sejumlah titik yang mengalami krisis air.

Droping air bersih di beberapa wilayah di Pacitan, kini menjadi rutinitas petugas badan penanggulangan daerah dalam mengatasi krisis air bersih yang melanda masyarakat setempat. Bahkan, intensitas pengiriman bantuan ini kian meningkat seiring bertambahnya daerah ataupun desa yang terdampak bencana kekeringan.

Menurut Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, dari pemetaan sebelumnya, diketahui hanya terdapat 28 desa terdampak krisis air bersih. Namun, jumlah titik kekeringan kategori kritis kini meningkat menjadi 31 desa. Puluhan desa  di 11 kecamatan itu mulai sulit mendapat pasokan air bersih karena sumber mata air di wilayah mereka mulai mengering.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 150 juta untuk penanggulangan krisis air bersih. Saat ini 75 persen dana tersebut telah terpakai untuk penyaluran air bersih kepada warga. (tur)

Berita Terkait

Bencana Kekeringan Meluas, Polres Mojokerto Mulai Kirim Air Bersih

Bencana Kekeringan Tiga Desa di Wilayah Kecamatan Ngoro Mojokerto

Awal Oktober Bencana Kekeringan di Sumenep Akan Berakhir

13 Kabupaten/Kota di Jatim Nyatakan Darurat Bencana Kekeringan
Berita Terpopuler
Wawali Whisnu Sakti Harus Karantina Mandiri Karena Corona
Metropolis  5 jam

Disangka Akan Jual Bayi, Seorang Pria Bertato Diamankan Polisi
Peristiwa  6 jam

Habib Ini Borong Antibiotik Untuk Dibagikan Gratis
Sosok  4 jam

Pemkab Sidoarjo Cairkan Bantua Rp 6 Milyar Untuk Ketua RW
Metropolis  7 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber