Berita Terbaru :
6 Ribu Lebih Alat Rapid Test Sudah Digunakan Tracing
Mulai Minggu Depan Pelayanan Uji Kir Kembali Dibuka
Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Besok, Wacana Calon Tunggal di Bahas Pada Sidang MK
Politik  Senin, 31-08-2015 | 10:18 wib
Reporter : Edwin Jaka
M.Sholeh
Surabaya pojokpitu.com, Wacana disahkannya Calon Tunggal, dalam Pilwali Surabaya terus ditempuh melalui jalur hukum. Sedianya, gugatan terhadap hal tersebut mulai memasuki persidangan tahap kedua.

Dijadwalkan, agenda sidang ini akan berlangsung di Mahkamah Konstitusi, besok. Hal tersebut dilakukan Kuasa Hukum dari gugatan Warga Surabaya, M.Sholeh.

"Kita menjelaskan dan mendengarkan nasihat-nasihat dari Hakim Konstitusi untuk gugatan kita. Yakni, tentang Calon Tunggal," kata Sholeh, kepadapojokpitu.com, Senin (31/8/2015).

Dikatakan Sholeh, wacana Calon Tunggal tersebut menjadi jalan terakhir, untuk mengatasi kebuntuan politik yang terjadi pasca penetapan terhadap peserta Pilwali Surabaya, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, kemarin.

Sebelumnya, gugatan tersebut dilayangkan setelah ada desakan yang mengatasnamakan Warga Surabaya untuk meminta pengesahan dan penetapan Calon Tunggal.

Hal itu dikatakan Tim Hukum Partai Gerindra Jawa Timur ini adalah wajar." Negara sudah memberikan ruang kepada Partai Politik, untuk menggunakan Mencalonkan Kepala Daerah. Tapi karena tidak dimanfaatkan maksimal, maka menurut saya Calon Tunggal itu sah," ujarnya.

Namun, menurut Sholeh mekanisme penetapan Calon Tunggal mengacu pada pemilihan mencontoh pada kearifan lokal. Yakni, adanya Bumbung Kosong. Hanya, sistemnya adalah sebagai formalitas.

"Itu sebagai aspirasi bagi rakyat yang tidak setuju bisa memilih Bumbung kosong," terang mantan aktifis yang pernah menjadi tahanan politik (Tapol) di era Orde Baru ini.

Tapi, lanjut Sholeh, jika yang menang adalah Bumbung Kosong, maka Calon Tunggal tetap disahkan dan dilantik."Karena tidak bisa mewakili aspirasi dari Calon," pungkasnya.(pul)


Berita Terkait

KH Sholeh Qosim Dimakamkan Dipemakaman Keluarga

Besok, Wacana Calon Tunggal di Bahas Pada Sidang MK

30 Warga Surabaya Gugat UU Pilkada Ke MK

Ogah Dampingi Risma, Sholeh Pilih Jadi Bacabup Sidoarjo
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  5 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  4 jam

Pemuda Ini Setubuhi 8 Anak Dibawah Umur, 1 Korban Dipaksa Aborsi
Peristiwa  3 jam

Maling di RSUD Sayidiman Diringkus Polisi
Peristiwa  3 jam



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber