Berita Terbaru :
Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
   

Sukseskan Ketahanan Pangan, Jenderal Bangun Pakupon Burung Hantu dan Tinjau Irigasi
Tapal Kuda Dan Madura  Selasa, 18-08-2015 | 21:58 wib
Reporter : Hernawan Mustika
Para perwira tinggi militer dan pejabat teras Pemkab Jember meninjau saluran irigasi. foto: hernawan
Jember pojokpitu.com, Menghadapi program prioritas presiden Joko Widodo tentang ketahanan pangan dan infrastruktur sistem pengairan. Semua elemen harus berperan aktif. Di Jember, seorang jenderal turun ke lapangan berkumpul dengan petani mebangun pakupon burung hantu. Tidak hanya itu, para perwira tinggi ini juga melihat saluran dam pembagi air untuk irigasi, khususnya di daerah Jember barat,yang merupakan daerah penyuplai hasil padi terbesar di Jember.

Suasana pematang sawah dusun Songon, desa Pondok Joyo, kecamatan Semboro, Jember, menjadi bagian  program presiden Joko Widodo, tentang ketahanan pangan dan infrastruktur pengairan dilaksanakan dengan serius. Pasalnya tiga orang perwira tinggi, yakni Letjen TNI Waris, Brigjen TNI Susiswo Widodo dan Marsma TNI Lukas Pamardi yang didampingi Dandim 0824 Jember, kepala dinas pengairan dan kepala dinas pertanian, turun langsung ke persawahan. Para pejabat tinggi itu bekerja sama dengan petani mendirikan pakupon burung hantu yang saat ini dilindungi karena burung hantu merupakan predator sawah pemakan tikus.
 
Tidak hanya mendirikan pakupon burung hantu, para jendral dan pejabat pemkab Jember, tersebut melakukan tanya jawab langsung dengan petani, tentang segala sesuatu mengenai permasalahn pertanian yang dapat membantu suksesnya tanaman padi serta menampung dan mencari solusi petani untuk dijadikan bahan pengkajian terhadap presiden Joko Widodo.
 
Dalam dialog interkatif dengan para petani, Letjen  Waris, mengatakan bahwa TNI akan mendampingi langsung, menunjang dan mendukung kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi tersier maupun lainnya. Salah satu permasalahan yang didapat dari para petani, adalah yang terpenting adalah saluran irigasi yan merupakan faktor penunjang utama keberhasilan tanaman padi disamping permasalahan pupuk dan hama wereng lainnya.
 
Dari target produksi pangan padi sebanyak 1,30 juta ton beras selama tahun 2015, dinas pengairan bertekad mengawal suksesnya ketahanan pangan dengan memperbaiki infrastruktur pertanian diantaranya saluran irigasi ke sawah petani. Para pejabat negara itu pun langsung datang ke bangunan induk air, Dam pondok Waluh yang merupakan induk saluran pembagi air irigasi di kawasan Jember barat.(tur)
 




Berita Terkait

Budidayakan Tanah Kering, TNI AL Upayakan Ketahanan Pangan

Sukseskan Ketahanan Pangan, Jenderal Bangun Pakupon Burung Hantu dan Tinjau Irigasi

Ketahanan Pangan Jangan Sampai Terpengaruh Musim Kemarau
Berita Terpopuler
Kekurangan Anggaran Pelaksanaan Pilkada Bisa Dicover Dari BTT
Pilkada  2 jam

Polwan Polres Lamongan Sosialisasikan New Normal di Beberapa Warkop
Peristiwa  33 menit



Cuplikan Berita
Dua Balita Warga Ngagel Reaktif Positif Covid 19
Pojok Pitu

Satu Keluarga Tersapu Ombak, Satu Orang Tewas, Satu Lagi Hilang
Pojok Pitu

Ini Syarat Kuota Khusus Untuk Putra-Putri Tenaga Kesehatan Covid 19
Jatim Awan

Klaster Gowa Menambah Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Bondowoso
Jatim Awan


Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber