Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Sorot 

Mbah Nyoto tinggal sebatang kara di gubuknya yang mirip kandang hewan. foto: bondan
Kakek Jompo Tulungagung Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni
Sabtu, 08-08-2015 | 17:35 wib
Oleh : Agus Bondan, Muhammad Imron
pojokpitu.com, Meski sudah 70 tahun Indonesia merdeka, kemerdekaan tersebut tidak dirasakan seorang kakek di Tulungagung. Kakek jompo yang menderita lumpuh hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk yang sangat tidak layak huni.

Sunyoto atau lebih akrab di sapa Mbah Nyoto (70), warga desa Pinggirsari kecamatan Ngantru kabupaten Tulungagung, selama bertahun-tahun tinggal di gubug reyot berukuran 1X 3 meter yang beratapkan anyaman rumbia dan beralaskan bambu dengan tikar anyaman dan bantal yang terbuat dari karung beras. Gubuk tersebut bagaikan kandang hewan ternak.
 
Selain kondisinya sangat memprihatinkan, kakek ini ternyata nyaris tidak tersentuh bantuan dari pemerintah setempat. Meski telah dijanjikan akan dibuatkan rumah layak huni, namun itu hanya janji yang sudah bertahun- tahun tidak pernah terealisasi.

Bahkan, selama dua tahun terakhir, bantuan dari pemerintah pusat untuk Mbah Nyoto juga tidak diterimanya. Dirinya hanya pernah menerima bantuan langsung tunai sebesar Rp 600  ribu, sedangkan bantuan yang lain tidak pernah didapatkannya.

Mbah Nyoto kini hanya bisa pasrah di usianya yang senja. Dia sulit berjalan karena kedua kakinya sakit dan tidak bisa digerakkan. Kakek ini hidup sangat jauh dari layak dan tinggal di gubuk mirip kandang ternak. Untuk makan pun dirinya hanya mengandalkan pemberian dari tetangganya.

Susan, salah satu tetangga mengatakan, Mbah Nyoto hidup sebatangkara semenjak istrinya meninggal dunia. Sementara kelumpuhan kaki Mbah Nyoto akibat patah saat dirinya frustasi dan mencoba bunuh diri dengan terjun dari atas tower. Namun Tuhan berkehandak lain. Nyawanya terselamatkan, meski harus mengalami kelumpuhan .
 
Kini Mbah Nyoto tinggal sebatang kara. Untuk menyambung hidup, Mbah Nyoto hanya mengharap belas kasihan para tetangga dan kerabat. Padahal menurut Undang-undang fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara. (tur/**)





Berita Terkait


Kakek Jompo Tulungagung Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni


Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber