Beranda       Nasional       Internasional       Life Style       Olah Raga       Opini       Sorot
Teknologi 

Menristekdikti Muhammad Nasir menerangkan spesifikasi pesawat N-219 saat mengunjungi stan Lapan di pameran Ritech Expo di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin. (Imam Husein/Jawa Pos)
Karya Anak Negeri, Pesawat Bongsor Ini Siap Terbang 2016
Sabtu, 08-08-2015 | 09:44 wib
Oleh :
JAKARTA pojokpitu.com, Industri dirgantara nasional ada tanda-tanda bangkit lagi. Melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dan PT Dirgantara Indonesia (DI), sedang disiapkan pesawat N-219 yang ditargetkan keluar hanggar perdana (roll-out) akhir tahun ini.

Setelah itu, pesawat berjenis ringan tapi berbadan bongsor tersebut siap uji terbang pada Mei 2016.

Replika pesawat berkapasitas 19 orang itu menarik perhatian pengunjung pameran Research, Innovation, and Technology (Ritech) Expo di Senayan kemarin. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Muhammad Nasir menyempatkan melihat replika pesawat yang dipajang di booth pemeran milik Lapan itu.

Nasir menjelaskan, N-219 dibikin khusus untuk mengatasi masalah transportasi di wilayah tertentu (remote area). "Contohnya di pulau-pulau kecil yang terpisah lautan," katanya. Nasir menjanjikan, pemerintah mendorong dan mengawal proyek itu supaya sesuai target. Yakni, mulai melakukan uji kelayakan terbang tahun depan.

Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa Lapan Rika Andiarti menambahkan, proyek pembuatan N-219 tersebut dimulai pada 2011. Saat ini sekitar 80 persen komponen sudah komplet. "Meskipun, wujudnya masih terpisah-pisah alias belum utuh menjadi unit pesawat," terangnya.

Rika mengungkapkan, anggaran untuk riset, pembuatan, hingga pengadaan komponen pesawat N-219 mencapai Rp 450 miliar. Anggaran itu juga dipakai untuk keperluan uji kelayakan terbang. "Uji kelayakan terbang tersebut berkali-kali untuk mengejar target durasi jam terbang," kata dia.

Uji terbang itu dilakukan sampai mendapatkan sertifikat layak terbang oleh Kementerian Perhubungan. Untuk bisa diproduksi masal dan digunakan mengangkut penumpang, pesawat harus mendapatkan sertifikat Basis CASR 23.

Rika mengatakan, berdasar ketentuan sertifikasi itu, pesawat N-219 masuk kategori pesawat ringan. "Meski ringan, pesawat ini berbadan bongsor," katanya.

Selain mengerjakan pesawat N-219, Lapan dan PT DI sedang membuat dua pesawat lainnya. Yakni, pesawat N-245 yang ditargetkan rampung pada 2017 dan pesawat N-270 pada 2022. (wan/c10/kim/jpnn/pul)


Berita Terkait


Presiden Sri Lanka Copot Menhan dan Kepala Kepolisian

Sekolah Bantah Video Viral Tangan Kepsek Patah Akibat Ditendang Siswa SD

50 Persen RS di Jatim Belum Digitalisasi

Kabut Duka Menyelimuti Proses Pemilu 2019 di Madiun


Pencuri Barang Keluarga Pasien di RSUD Terekam CCTV

Pulang Liburan, 5 Santri Tebuireng Tewas Kecelakaan di Tol Nganjuk

Stagnan, Partai Demokrat Pastikan Raih 6 Kursi di DPRD

Jelang Rekapitulasi, Polisi Tingkatkan Pengamanan di KPU

Sponsored Content

loading...
Berita Utama Lihat Semua

Berita Terkini Lihat Semua

Berita Terpopuler Lihat Semua

Surabaya Raya Lihat Semua

Rehat Lihat Semua



Info Iklan | Kontak Kami | Tentang Kami | Disclaimer | Pedoman Pemberitaan Media Siber